1. Harakat fatah atau bunyi /a/ (Arab) yang dilafalkan pendek atau panjang menjadi a.
Misalnya:
’umrah (ع ْمَرةٌ) umrah yatīm (يَتِيْمٌ) yatim ḥalāl (حَلاَل) halal riḍā’ (رِضًا) rida
2. Huruf ’ain (ﻉ Arab) pada awal suku kata menjadi a, i, atau u.
Misalnya:
’ajā’ib (عَجَائِبُ) ajaib sa’ādah (سَعَادَةٌ) saadah ’ilm (عِلْمٌ) ilmu qā’idah (قَاعِدَةٌ) kaidah ’uzr (عُذْرٌ) uzur ṭā’ūn (طَاعُوْنٌ) taun
3. Huruf ’ain (ﻉ Arab) pada akhir suku kata menjadi k.
Misalnya:
i’tiqād (اِعْتِقَادٌ) iktikad ta’rīf (تَعْرِيْفٌ) takrif rukū’ (رُكُوْعٌ) rukuk simā’ (سِمَاعٌ) simak
4. Huruf hamzah (ء Arab) yang dibaca vokal menjadi a, i, atau u.
Misalnya:
amr (أَمْرٌ) amar mas’alah (مَسْئَلَةٌ) masalah isyārah (إِشَارَةٌ) isyarat nā’ib (نَائِبٌ ) naib ufuq (أُفُقٌ) ufuk uṣūl (أُصُوْلٌ) usul
5. Gabungan huruf aa (Belanda) menjadi a.
Misalnya:
baal bal octaaf oktaf paal pal
6. Gabungan huruf ae yang bervariasi dengan e menjadi e.
Misalnya:
aesthetics, esthetic estetika haemoglobin, hemoglobin hemoglobin palaeography, paleography paleografi
7. Gabungan huruf ae yang tidak bervariasi dengan e tetap ae.
Misalnya:
aerobe aerob aerosol aerosol taekwondo (Korea) taekwondo
8. Gabungan huruf ai tetap ai.
Misalnya:
detail detail retail retail trailer trailer
9. Gabungan huruf au tetap au.
Misalnya:
aura aura caustic kaustik hydraulic hidraulik
10. Gabungan huruf bl tetap bl.
Misalnya:
bleganjur (Bali) bleganjur bleketepe (Jawa) bleketepe blok (Belanda) blok
11. Huruf c (Inggris) yang diikuti a, o, u, atau konsonan menjadi k.
Misalnya:
calomel kalomel catalyst katalis construction konstruksi consul konsul cubic kubik cursor kursor cluster kluster crystal kristal
12. Huruf c yang diikuti e, i, oe, atau y menjadi s.
Misalnya:
cent sen central sentral circulation sirkulasi circus sirkus abiocoen abiosen coelom selom cyber siber cylinder silinder
13. Gabungan huruf cc yang diikuti o, u, atau konsonan menjadi k.
Misalnya:
accomodation akomodasi accordeon (Belanda) akordeon acculturation akulturasi accumulation akumulasi acclimatization aklimatisasi accreditation akreditasi
14. Gabungan huruf cc yang diikuti e dan i menjadi ks.
Misalnya:
accent aksen accessory aksesori accidental aksidental vaccine vaksin
15. Gabungan huruf cch menjadi k.
Misalnya:
ecchymosis ekimosis saccharin sakarin zucchini zukini
16. Gabungan huruf ch yang diikuti a, o, atau konsonan menjadi k.
Misalnya:
charisma karisma mechanic mekanik cholera kolera chorus korus chromosome kromosom technique teknik
17. Gabungan huruf ch yang dilafalkan /s/ atau /sy/ menjadi s.
Misalnya:
attaché [ətaʃeɪ] atase brochure [brəʃʊə] brosur echelon [ɛʃəlɒn] eselon
18. Gabungan huruf ch yang dilafalkan /c/ menjadi c.
Misalnya:
charter [tʃɑːtə] carter kimchi (Korea) [kimtʃi] kimci mochi (Jepang) [mɔtʃi] moci
19. Gabungan huruf ck menjadi k.
Misalnya:
check cek racket raket ticket tiket
20. Gabungan huruf cr (Belanda, Inggris, Prancis) menjadi kr.
Misalnya:
creatief (Belanda) kreatif crematie (Belanda) kremasi cresol (Inggris) kresol critic (Inggris) kritik crêpe (Prancis) krep croissant (Prancis) kroisan
21. Gabungan huruf ct pada akhir kata menjadi k.
Misalnya:
abstract abstrak contact kontak contract kontrak
22. Huruf ç (Sanskerta) menjadi s.
Misalnya:
çabda sabda çastra sastra rāçi rasi
23. Huruf dal dan ḍad ( د dan ض Arab) menjadi d.
Misalnya:
da’wah (دَعْوَةٌ) dakwah qā’idah (قَاعِدَةٌ) kaidah ḍa’īf (ضَعِيْفٌ) daif ḥāḍir (حَاضِرٌ) hadir
24. Gabungan huruf dh menjadi d.
Misalnya:
dhandhang (Jawa) dandang dharma (Sanskerta) darma dhingklik (Jawa) dingklik
25. Huruf e tetap e.
Misalnya:
effect efek regulation regulasi synthesis sintesis
26. Gabungan huruf ea yang dilafalkan /i/ menjadi i.
Misalnya:
cream [kriːm] krim gear [ɡɪə] gir team [tiːm] tim
27. Gabungan huruf ea yang dilafalkan bukan /i/ tetap ea.
Misalnya:
alinea [alɪnea] alinea pancreas [pankreas] pankreas theater [teatər] teater
28. Gabungan huruf ee menjadi e.
Misalnya:
apotheek (Belanda) apotek idee (Belanda) ide nominee (Inggris) nomine
29. Gabungan huruf ei tetap ei.
Misalnya:
eidetic eidetik meiosis meiosis protein protein
30. Gabungan huruf eo tetap eo.
Misalnya:
geometry geometri stereo stereo zeolite zeolit
31. Gabungan huruf eu tetap eu.
Misalnya:
neutron neutron eugenol eugenol europium europium
32. Gabungan huruf eu (Aceh, Sunda, Rejang) yang dilafalkan /ɘ/ tetap eu.
Misalnya:
meunasah (Aceh) meunasah keukeuh (Sunda) keukeuh sadeu (Rejang) sadeu
33. Huruf fa (ﻑ Arab) menjadi f.
Misalnya:
afḍal (أَفْضَلُ) afdal ʼārif (عَارِفٌ) arif faṣīḥ (فَصِيْحٌ) fasih
34. Huruf f tetap f.
Misalnya:
factor faktor fanatic fanatik fossil fosil
35. Gabungan huruf gh menjadi g.
Misalnya:
laghu (Sanskerta) lagu sorghum sorgum spaghetti spageti
36. Huruf gain (غ Arab) menjadi g.
Misalnya:
gībah (غِيْبَةٌ) gibah magfirah (مَغْفِرَةٌ) magfirah magrib (مَغْرِبٌ) magrib
37. Huruf ḥa dan ha (ح dan ه Arab) menjadi h.
Misalnya:
ḥākim (حَاكِمٌ) hakim iṣlāḥ (إِصْلَاحٌ) islah hawā’ (هَوَاءٌ) hawa sahm (سَهْمٌ) saham
38. Huruf hamzah (ء Arab) pada tengah kata menjadi k.
Misalnya:
ma’mūm (مَأْمُوْمٌ) makmum mu’mīn (مُؤْمِنٌ) mukmin ta’wīl (تَأْوِيْلٌ) takwil
39. Huruf hamzah (ﺀ Arab) pada akhir kata dihilangkan.
Misalnya:
imlā’ (إِمْلَاءٌ) imla munsyi’ (مُنْشِئٌ) munsyi wuḍū’ (وُضُوْءٌ) wudu
40. Harakat kasrah atau bunyi /i/ (Arab) yang dilafalkan pendek atau panjang menjadi i.
Misalnya:
i’tikāf (اِعْتِكَافٌ) iktikaf qiyāmah (قِيَامَةٌ) kiamat naṣīḥah (نَصِيْحَةٌ) nasihat ṣaḥīḥ (صَحِيْحٌ) sahih
41. Huruf i pada awal suku kata dan diikuti a atau o tetap i.
Misalnya:
iambus iambus ion ion iota iota
42. Gabungan huruf ie (Belanda) yang dilafalkan /i/ menjadi i.
Misalnya:
favoriet [favorit] favorit politiek [politik] politik riem [rim] rim
43. Gabungan huruf ie (Latin) tetap ie.
Misalnya:
caries karies species spesies varietas varietas
44. Huruf jim (ﺝ Arab) menjadi j.
Misalnya:
ḥijāb (حِجَابٌ) hijab ijāzah (إِجَازَةٌ) ijazah juz’ (جُزْءٌ) juz
45. Huruf kha (ﺥ Arab) menjadi kh.
Misalnya:
khuṣūṣ (خُصُوْصٌ) khusus makhlūq (مَخْلُوْقٌ) makhluk tārīkh (تَارِيْخٌ) tarikh
46. Gabungan huruf kl tetap kl.
Misalnya:
klem (Belanda) klem klenik (Jawa) klenik kliniek (Belanda) klinik
47. Gabungan huruf kr tetap kr.
Misalnya:
krans (Belanda) krans kri (Aceh) kri krida (Sanskerta) krida
48. Huruf n (Jepang, Cina) di depan p menjadi m.
Misalnya:
kenpo (Jepang) kempo lunpia (Cina) lumpia tenpura (Jepang) tempura
49. Gabungan huruf ng tetap ng.
Misalnya:
contingent kontingen congress kongres linguistiek (Belanda) linguistik
50. Gabungan huruf oe (oi Yunani) menjadi e.
Misalnya:
amoeba, amoibe ameba foetus fetus oestrogen estrogen
51. Gabungan huruf oi (Belanda, Inggris, Prancis) tetap oi.
Misalnya:
croissant (Prancis) kroisan point (Inggris) poin reservoir (Belanda) reservoir
52. Gabungan huruf oo (Belanda) menjadi o.
Misalnya:
astroloog astrolog bioscoop bioskop provoost provos
53. Gabungan huruf oo yang dilafalkan /u/ menjadi u.
Misalnya:
cartoon [kɑːtuːn] kartun pool [puːl] pul proof [pruːf] pruf
54. Gabungan huruf oo (vokal ganda) tetap oo.
Misalnya:
kamomoose (Wolio) kamomoose noosphère noosfer zoology zoologi
55. Gabungan huruf ou yang dilafalkan /u/ menjadi u.
Misalnya:
contour [kɒntʊə] kontur coupon [kuːpɒn] kupon souvenir [suːvənɪə] suvenir
56. Gabungan huruf ou yang dilafalkan bukan /u/ tetap ou.
Misalnya:
coulrophobia [koʊlrəfoʊbiə] koulrofobia mondou (Fakfak) [mɔndɔw] mondou voucher [vaʊtʃə] voucer
57. Gabungan huruf ph menjadi f.
Misalnya:
microphone mikrofon phase fase spectograph spektograf
58. Gabungan huruf pl tetap pl.
Misalnya:
amplang amplang implant implan pleno pleno
59. Gabungan huruf pr tetap pr.
Misalnya:
apron apron praja praja product produk
60. Gabungan huruf ps tetap ps.
Misalnya:
pseudonym pseudonim psychiatry psikiatri psychosomatic psikosomatik
61. Rangkaian huruf pt tetap pt.
Misalnya:
pterodactyl pterodaktil pteropoda pteropoda ptyalin ptialin
62. Huruf q menjadi k.
Misalnya:
aquarium akuarium equator ekuator frequency frekuensi
63. Huruf qaf (ﻕ Arab) menjadi k.
Misalnya:
maqām (مَقَامٌ) makam muṭlaq (مُطْلَقٌ) mutlak qurūn (قُرُوْنٌ) kurun
64. Gabungan huruf rh menjadi r.
Misalnya:
rhesus resus rhinoscope rinoskop rhombus rombus
65. Huruf śa, sin, dan ṣad (ث ,س ,dan ص Arab) menjadi s.
Misalnya:
aśiri (ﴽﺜﻳﺮي) asiri wāriś (وَارِثٌ) waris asās (أَسَاسٌ) asas silsilah (سِلْسِلَةٌ) silsilah khuṣūṣ (خُصُوْصٌ) khusus ṣaḥḥ (صَحَّ) sah
66. Huruf syin (ﺵ Arab) menjadi sy.
Misalnya:
’arsy (عَرْشٌ) arasy ’āsyiq (عَاشِقٌ) asyik syukr (شُكْرٌ) syukur
67. Gabungan huruf sc yang diikuti a, o, u, atau konsonan menjadi sk.
Misalnya:
scallop skalop scandium skandium score skor scotopia skotopia scuba skuba scutella skutela sclerosis sklerosis manuscript manuskrip
68. Gabungan huruf sc yang diikuti e, i, atau y menjadi s.
Misalnya:
adolescence adolesens luminescence luminesens oscilator osilator scintillation sintilasi hyoscyamine hiosiamina scyphistoma sifistoma
69. Gabungan huruf sch yang diikuti vokal menjadi sk.
Misalnya:
schema skema schizophrenia skizofrenia scholastiek skolastik
70. Gabungan huruf sr tetap sr.
Misalnya:
asrār (Arab) asrar asri (Sanskerta) asri srisip (Jawa) srisip
71. Huruf t yang diikuti i dan dilafalkan /s/ menjadi s.
Misalnya:
garantie [xarɑn(t)si] garansi patient [patiënt] pasien politie [poli(t)si] polisi
72. Huruf ṭa (ﻁ Arab) menjadi t.
Misalnya:
muṭlaq (مُطْلَقٌ) mutlak syarṭ ( شَرْطٌ ) syarat ṭabīb (طَبِيْبٌ) tabib
73. Gabungan huruf th menjadi t.
Misalnya:
bathok (Jawa) batok methode (Belanda) metode thesis tesis
74. Gabungan huruf tr tetap tr.
Misalnya:
putren putren transfer transfer matra matra
75. Gabungan huruf ts (Jepang) tetap ts.
Misalnya:
jujitsu jujitsu mochitsuki mocitsuki tsunami tsunami
76. Huruf u tetap u.
Misalnya:
bus bus modus modus unit unit
77. Harakat damah atau bunyi /u/ (Arab) yang dilafalkan pendek atau panjang menjadi u.
Misalnya:
mubāḥ (مُبَاحٌ) mubah ufuq (أُفُقٌ) ufuk mafhūm (مَفْهُوْمٌ) mafhum qāmūs (قَامُوْسٌ) kamus
78. Gabungan huruf ua tetap ua.
Misalnya:
aquarium akuarium dualism dualisme equator ekuator
79. Gabungan huruf ue tetap ue.
Misalnya:
consequent konsekuen duet duet frequency frekuensi
80. Gabungan huruf ui tetap ui.
Misalnya:
conduite konduite equinox ekuinoks equivalent ekuivalen
81. Gabungan huruf uo tetap uo.
Misalnya:
duodenum duodenum fluorescence fluoresens quota kuota
82. Gabungan huruf uu menjadi u.
Misalnya:
lectuur lektur prematuur prematur vacuum vakum
83. Huruf v tetap v.
Misalnya:
evacuation evakuasi vision visi vitamin vitamin
84. Huruf wau (و Arab) yang tidak terletak pada akhir kata tetap w.
Misalnya:
jadwal (جَدْوَلٌ) jadwal taqwā (تَقْوًى) takwa wujūd (وُجُوْدٌ) wujud
85. Huruf wau (ﻭ Arab) yang terdiri atas dua konsonan dan didahului u dihilangkan.
Misalnya:
nubuwwah (نُبُوَّةٌ) nubuat quwwah (قُوَّةٌ) kuat ukhuwwah (أُخُوَّةٌ) ukhuah
86. Huruf x pada awal suku kata tetap x.
Misalnya:
macroxenoglossophobia makroxenoglosofobia xenon xenon xylophone xilofon
87. Huruf x pada tengah kata atau akhir suku kata menjadi ks.
Misalnya:
executive eksekutif taxi taksi complex kompleks latex lateks
88. Gabungan huruf xc yang diikuti e atau i menjadi ks.
Misalnya:
exception eksepsi excess ekses excision eksisi excitation eksitasi
89. Gabungan huruf xc yang diikuti a, o, u, atau konsonan menjadi ksk.
Misalnya:
excalatie ekskalasi excavatie ekskavasi excomunnicatie ekskomunikasi excoriation ekskoriasi excubation ekskubasi excursie ekskursi exclusief eksklusif excretie ekskresi
90. Huruf y yang dilafalkan /y/ tetap y.
Misalnya:
yakitori (Jepang) [yakitɔri] yakitori yoga (Sanskerta) [yoga] yoga yuan (Cina) [yuán] yuan
91. Huruf y yang dilafalkan /ai/ atau /i/ menjadi i.
Misalnya:
cyber [sʌɪbə] siber psychodrama [sʌɪkə(ʊ)drɑːmə] psikodrama dynamo (Belanda) [dinamo] dinamo yttrium [ɪtrɪəm] itrium
92. Huruf ya (ﻱ Arab) pada awal suku kata menjadi y.
Misalnya:
hidāyah (هِدَايَةٌ) hidayah ya’nī (يَعْنِي) yakni yaqīn (يَقِيْنٌ) yakin
93. Huruf ya (ﻱ Arab) yang didahului i dihilangkan.
Misalnya:
khiyānah (خِيَانَةٌ) khianat qiyās (قِيَاسٌ) kias ziyārah (زِيَارَةٌ) ziarah
94. Huruf z tetap z.
Misalnya:
zenith zenit zodiac zodiak zygote zigot
95. Huruf zai, żal, dan ẓa (ز ,ذ ,dan ظ Arab) menjadi z.
Misalnya:
zamān (زَمَانٌ) zaman zuhd (زُهْدٌ) zuhud ustāż (أُسْتَاذُ) ustaz żāt (ذَاتٌ) zat ḥāfiẓ (حَافِظٌ) hafiz ẓālim (ظَالِمٌ) zalim