250 kata per halaman
Berbunyi nga-
- ngarainga·rai n lembah (jurang) yg dalam dan luas di antara dua tebing yg curam; lembah sungai berdinding terjal yg terjadi krn erosi sisi pd batuan yg mudah gugur
- ngabennga·ben /ngabén/ n upacara pembakaran mayat pd masyarakat Bali yg beragama Hindu
- nganganga·nga, me·nga·nga v 1 membuka lebar (tt mulut); terbuka lebar: ia terkejut mendengar berita itu sehingga mulutnya ~; pd tubuh mayat itu terdapat luka yg ~; 2 membuka mulut krn te…
- ngalaunga·lau Mk n gua
- ngakngikngokngak·ngik·ngok a cak hingar-bingar (tt musik)
- mak ngahnama panggilan kekerabatan untuk saudara ibu atau bapak yang tengah
- mengabung-ngabungme.nga.bung-nga.bung Verba (kata kerja) mengerat-ngerat; memenggal-menggal; memotong-motong
- mengais-ngaisme.nga.is-nga.is Verba (kata kerja) mengais
- mengamit-ngamitkanme.nga.mit-nga.mit.kan Verba (kata kerja) mengamitkan
- mengarang-ngarangme.nga.rang-nga.rang Verba (kata kerja) menceritakan (mengatakan) sesuatu yang tidak benar; mengada-ada: kami sudah yakin dengan kebenaran berita itu, tetapi ternyata dia hanya me…
- mengata-ngataime.nga.ta-nga.tai Verba (kata kerja) mengatai
- mengatup-ngatupkanme.nga.tup-nga.tup.kan Verba (kata kerja) berkali-kali mengatupkan rapat-rapat
- mengotak-ngatikkanme.ngo.tak-nga.tik.kan Verba (kata kerja) mengguncangkan (negeri dan sebagainya)
- mengucar-ngacirkanme.ngu.car-nga.cir.kan Verba (kata kerja) menyebabkan (menjadikan) kucar-kacir (berantakan): mengucar-ngacirkan urusan rumah tangga; serbuan yang mendadak itu telah mengucar-ngaci…
- mengutak-ngatikkanme.ngu.tak-nga.tik.kan (1) mengguncang-guncangkan; menghuru-harakan (negeri dan sebagainya) : mengutak-ngatikkan negeri; (2) memperlakukan dengan sewenang-wenang atau sesuka ha…
- abange kaya godhong ngatirahukp (Jw) menyatakan seseorang dengan raut wajahnya merah padam bak daun katirah karena amarahnya yang meluap-luap
- aji gelap ngamparaji aji berupa bentakan dan dapat didengar dari jauh
- asu ngaweasu (Us) udeng khas Using bergaya sampatan dengan bagian belakang menjulang tinggi menyerupai telinga anjing ajak, biasa digunakan oleh pendekar
- atapak batis ngandang[n] (Bl) satuan ukur menggunakan lebar telapak kaki
- balik ngaranukp (Sd) kembali atau pulang dalam keadaan meninggal
- bengkung ngariung, bongkok ngaronyokukp (Sd) tetap bersama-sama dalam keadaan suka dan duka
- bledek ngampar(Jw) ilmu kanuragan yang dapat meledakkan objek dari jarak jauh
- budaha ngadep[n] (Bt) hari ke-11 setiap bulan dalam penanggalan Batak Karo
- cucak ngael[n] (Klm) mantra untuk memancing atau memanggil ikan
- dadia dalan suthik ngambahukp (Jw) sudah tidak mau kenal atau berurusan lagi; sudah tidak peduli, makna harfiahnya 'jika menjadi jalan tidak mau menginjak'
- daja ngafit[n] (Kur) prosesi mengantar pengantin laki-laki ke rumah pengantin perempuan, disertai pembayaran uang adat di depan rumah pengantin perempuan
- Dayak Ngajudayak
- igemu ngakeyam[n] (Pp) ragam tari tumbuh tanah yang biasa dilakukan untuk mencari pasangan hidup, laki-laki menari terlebih dahulu, perempuan yang tertarik akan masuk ke formasi, menggandeng tan…
- ino nganok[n] (Dy) kata sapaan untuk istri yang belum memiliki anak
- ino nganti[n] (Dy) kata sapaan untuk istri yang sedang hamil anak pertama
- kadurmanggalan ngayutdanakadurmanggalan (Bl) kemalangan yang dapat menimpa penghuni rumah, berupa kesusahan dan penyakit yang susah diobati, didapat karena menempati bangunan bermaterial kayu dari pohon ya…
- larvul ngabal[n] hukum adat yang berlaku di Kepulauan Kei, berisi tentang hukum pidana, keluarga, dan properti
- logat ngapaklogat gaya bahasa khas dari daerah Banyumas, Tegal, dan beberapa daerah Jawa lainnya:
- malei maputi kumate ngatakuukp (Kal) siap berkorban untuk tanah air, makna harfiahnya 'merah atau putih kumati demi negeriku'
- manam ngangawor[n] (Btl) penganan khas Desa Batuley, Maluku yang terbuat dari papeda keras berwarna cokelat, dicampur dengan kacang merah, biasanya disajikan saat acara adat
- mboala ngandi[n] (Kb) harta bawaan pihak perempuan berupa gading, muti, dan kain mahal yang diletakkan di kotak dari anyaman daun lontar atau rotan yang dibawa saat menuju rumah pihak laki-laki
- mehan ngabang[n] (Dy) waktu yang disepakati untuk melaksanakan behido
- mengada-ngadaada bentuk tidak baku dari mengada-ada
- mengafir-ngafirkankafir [v] menuduh atau menganggap seseorang atau kelompok sebagai kafir, biasanya dilakukan dengan kerap:
- mengocar-ngacirkankocar-kacir bentuk tidak baku: mengkocar-kacirkan [v] menjadikan kocar-kacir; mencerai-beraikan
- mun teu ngakal, moal ngakeulukp (Sd) jika tidak menggunakan akal untuk berusaha, manusia tidak akan bisa memenuhi kebutuhannya
- nga[n] (Jw) nama huruf ke-20 abjad Jawa
- ngaah[n] (Dy) tradisi lisan yang dilaksanakan saat pesta perkawinan, dilakukan sesudah manok mantolok oleh saksi dan pengurus adat
- ngabali[n] (Lp) doa bersama yang dilakukan untuk memohon kelancaran sebelum membuka lahan, membuat rumah, dan lain-lain
- ngabang[n] (Ss) pemain yang memulai lebih dahulu dalam permainan kartu
- ngabekten[n] (Jw) tradisi sungkeman yang diadakan oleh keluarga Keraton Yogyakarta setiap selesai menunaikan ibadah salat Idulfitri
- ngabentang[n] (Sd) tradisi berdoa dan makan bersama di depan pohon teh yang akan dipangkas supaya tumbuh tunas baru yang lebat
- ngabihabih [v] (Ss) mendampingi; mengawal (pada saat di pengadilan):
- ngabo[n] (Ach) halimun pada pagi hari, terutama di laut
- ngabuburit[v] (Sd) menunggu azan magrib menjelang berbuka puasa pada waktu bulan Ramadan:
- ngabur[n] (Ky) gaba-gaba yang dipukulkan pada luka gigitan anjing, dipercaya dapat mengeluarkan darah yang sudah terinfeksi virus
- ngacengaceng [v] (cak) mengaceng
- ngaci[n] (Bt) sangkar untuk perangkap burung yang berisi burung terlatih
- ngada[n] suku bangsa yang mendiami Pulau Flores, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur
- ngadap[v] (MBl) berkomunikasi dengan makhluk gaib di suatu daerah untuk menyepakati batas wilayah (kebun, permukiman), dilakukan oleh dukun:
- ngadaton[n] (Dy) upacara kematian khusus untuk yang meninggal tidak wajar, seperti karena pembunuhan, perang, kecelakaan, biasa dilakukan selama tujuh hari tujuh malam:
- ngadeder[v] (Sd) {Tan} memindahkan tanaman bersama tanah sekelilingnya agar akar terbawa dan tidak rusak
- ngadi-ngadi[v] (cak) mengada-ada:
- ngadik[n] (Dy) sebutan untuk anak ketiga atau sebelum bungsu
- ngadirih[n] (Dy) musim kawin babi hutan:
- ngadri[n] (Jw) kamar khusus tamu
- ngadu[n] bangunan khas Bena, NTT, bertiang tunggal, beratap ijuk, menyimbolkan leluhur lelaki, berada di halaman Kisanatapat
- ngaet[n] (Kai) arang yang dipakai untuk menulis
- ngafein[n] (Kur) bakal buah sukun
- ngagau[v] (Kpr) mencari lobster atau udang di laut dangkal:
- ngagenjreng[v] (Sd) mewarnai kain batik dengan warna mencolok
- ngaguntur[v] (Sd) merendam tanah supaya mudah dicangkul
- ngahalum[n] (Beng) istilah dalam permainan bekel ketika pemain harus membalikkan kerang dari posisi telentang menjadi telungkup
- ngahenak[v] (Lp) membersihkan sisik ikan:
- ngahu[n] (Dy) durian yang jatuh pertama dan busuk
- ngaigoh[n] (Dy) bakal bunga durian yang mulai menguncup
- ngaikai[n] (Lp) larangan untuk membersihkan atau memotong ikan atau ayam bagi wanita hamil
- ngaimang[n] (Mt) ranting kayu kering
- ngajor[v] (Ss) berkunjung dengan tidak membawa apa-apa (barang):
- ngaju[n] suku bangsa yang mendiami daerah Kecamatan Kahayan Hulu Utara, Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah
- ngakam[v] (Dy) mengambil lauk dan sebagainya dari wadahnya tanpa menggunakan sendok
- ngakarun[v] (Dy) bekerja di lahan orang lain dan hasilnya dibagi dengan orang yang mempunyai lahan tersebut:
- ngakas[v] (Bkt) membersihkan sisa-sisa kayu bakaran di ladang: [v] (Dy) membuang atau mengais benda dengan ujung jari kaki atau tangan bagian luar:
- ngakei[n] (Bn) lagu yang dinyanyikan selama upacara kematian dalam adat Dayak Benuaq
- ngakrak[n] (Kur) firasat buruk, ditandai dengan jantung terasa lemah, berkeringat, dan badan gemetar:
- ngakung[v] (Bn) mengandangkan babi:
- ngalaan[a] (MBl) sangat manja karena sakit:
- ngalaksa[n] (Sd) upacara adat suku Badui di Banten berupa kegiatan membuat laksa bersama, digunakan juga sebagai kesempatan untuk menghitung jumlah penduduk termasuk bayi yang baru lahir d…
- ngalameng[v] (Bkt) upaya untuk mengambil sesuatu yang agak jauh:
- ngalapa[n] (Dy) jagung tua
- ngalar[v] (MBa) berbaring santai di atas lantai atau karpet:
- ngalas[v] (cak) berkicau seperti suara asli di habitatnya (tentang burung):
- ngale[v] (Bt) memakai satu baju secara terus-menerus hingga usang
- ngaleher[v] (Dy) menggeram karena ada bahaya, orang asing atau hantu dalam jarak dekat (tentang anjing):
- ngalenyap[v] tidur dalam waktu yang sangat singkat (hitungan detik):
- ngali[n] (Nbg) cenderawasih jantan
- ngalir[v] (MBa) memancing tenggiri dengan cara umpan dihanyutkan mengikuti arus, biasa dilakukan saat laut tenang:
- ngaliusen[n] (Dy) jenazah perempuan:
- ngalo[n] keluarga luas terbatas dalam suku Helong, terdiri atas beberapa keluarga inti
- ngalogai[n] (Dy) kayu yang tidak hangus saat dibakar
- ngalok[n] (Mt) anak yang diangkat menjadi anak kandung
- ngalua[v] (Sbw) bertingkah laku sedemikian rupa sehingga mengganggu kesibukan orang lain
- ngalum[n] suku yang mendiami daerah Lembah Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua
- ngamak[v] (Lp) mengganti tanaman yang mati dengan bibit tanaman yang baru:
- ngaman[n] (Bt) tekung buluh; ruas bambu
- ngamas[v] (Dy) meraih suatu benda dengan ujung jari tangan atau kaki:
- ngamat[v] (Sbw) mengikat batang padi yang baru dipotong menjadi satu ikatan kecil menggunakan tali dari bambu:
- ngambet[v] (Dy) mendayung ke samping kanan agar perahu berbelok ke kiri:
- ngambit[v] (Dy) menjahit mulut goni atau karung dengan rotan setelah terisi penuh:
- ngambos[v] (Ss) berpindah ke koloni lain (tentang sapi):
- ngambui[n] (Jw) pantangan bagi orang sakit untuk memakan pemberian dari keluarga orang yang meninggal atau terkena musibah
- ngamok[v] (Bkt) mengetuk dengan menggunakan benda keras:
- ngamon[v] (Bn) mengakui sesuatu sebagai miliknya:
- ngamontut[a] (Dy) mulai membusuk (tentang daging):
- ngampat[n] derap langkah perjalanan sebuah irama yang bergerak mencepat sedikit demi sedikit
- ngampeken[n] (Bt) upacara adat masyarakat Karo berupa pemindahan tulang belulang mayat ke permakaman baru
- ngampok[v] (Us) turut tinggal di rumah orang lain dengan mendirikan gubuk atau pondok yang menempel dengan rumah induk:
- ngana[pron] (Mnd) kamu [v] (Bm) menjahit bakul kecil dengan tali bambu:
- nganam[v] (Ldy) mengumpulkan benda-benda kecil yang tumpah di lantai:
- ngancak[n] ritual mistik dari Bangka Belitung yang memuja, memelihara hingga dapat memerintah mahluk halus
- ngancung[v] (Sd) menangkap tupai dengan alat kancung
- ngandal[v] (Klm) memindahkan bibit padi:
- ngandan[v] (Dy) melagukan atau melantunkan kandan:
- ngandangake[n] (Jw) upacara adat yang dilakukan ketika usia kehamilan melebihi batas perkiraan hari lahir, calon ibu digiring layaknya kerbau masuk ke kandang dan merangkak di dalam kandang, …
- ngande[a] (Dy) sifat suka merebut istri atau suami orang:
- ngandon[v] (Ss) berkunjung ke luar kampung untuk melakukan pertandingan:
- ngandun[v] (MBa) membawa pulang makanan dari suatu acara:
- nganfain[n] (Kur) buah durian yang sudah berukuran kira-kira sebesar kepalan tangan orang dewasa
- ngangampaho[n] (Bgk) lubang tugalan
- ngangan[n] (Kai) penutup bokol, terbuat dari anyaman daun tikar, bagian atasnya terbuat dari irisan susunan gaba-gaba
- ngangap[n] (Psr) kulit biji buah yang bersifat keras (seperti kulit biji mangga, asam, dan sebagainya) [n] (Dy) minum tuak secara bergantian dengan menggunakan supet
- nganges[v] (Sw) mengupas sesuatu dengan gigi:
- ngangkep[v] (Dy) berbuat asusila yang dilakukan oleh sepasang muda-mudi pada malam hari tanpa sepengetahuan orang lain:
- ngangkis[n] (Dy) babi hutan yang beratnya sekitar belasan kilo
- nganimi[n] (Lp) resepsi pernikahan
- nganjuk[n] kabupaten di Provinsi Jawa Timur, terkenal dengan sebutan Kota Angin
- ngantak[v] (Bkt) memukul ke arah bawah:
- ngantang[n] {Ark} prasasati peninggalan Kediri yang terletak di Ngantang, Malang, dibuat sekitar tahun 1135-1159 oleh Raja Jayabaya setelah mengalahkan kerajaan Jenggala, bertuliskan aksar…
- ngantis[n] (Bkt) penjemuran padi setelah panen
- nganto[n] (Sbw) nasi yang setengah matang
- nganup[v] (Ke) berburu binatang menggunakan sumpitan:
- nganut[v] (Beng) menggendong di depan perut
- nganyang[v] (Sbw) berburu rusa dan babi dengan bantuan anjing terlatih:
- nganyar[n] (Psr) bunga langsat atau duku yang belum mekar
- nganyarin[n] {Hin} upacara ritual tahunan, bertujuan untuk memulai kembali periode upacara yang telah selesai sebelumnya
- nganyut[v] mencari ikan di laut dalam atau agak dalam:
- ngaoh[v] (Dy) gagal melamar calon pengantin:
- ngapa[n] (Tlk) pelabuhan kecil yang hanya bisa disinggahi perahu dalam jumlah yang tidak banyak
- ngapak[n] (Jw) dialek daerah Jawa Tengah bagian barat; dialek Jawa Banyumas
- ngapas[n] upahan kerja bagi hasil:
- ngapem[n] tradisi membuat dan membagikan kue apem sebelum bulan Ramadhan, dilakukan sebagai simbol permintaan maaf dan tolak bala
- ngaplo[a] (Jw) (cak) kaget dan tercengang yang disertai melongo
- ngapoh[v] (Dy) mengipas-ngipas dengan tangan supaya berpindah (tentang angin, udara, kentut, dan sebagainya)
- ngapret[a] (Jw) ketat karena kekecilan (tentang pakaian):
- ngapurancang[n] (Jw) posisi tangan kanan memegang tangan kiri dan diletakkan di bawah perut, untuk menghormati lawan bicara dan rasa rendah hati
- ngaragaong[v] (Bkt) melubangi dinding dengan menggunakan cangkul, linggis, dan lain-lain:
- ngarang[v] (Bkt) mengumpulkan sesuatu (tentang buah):
- ngaranin[n] (Ss) upacara pemberian nama anak yang baru lahir, diadakan di hari ketujuh dari tanggal kelahirannya atau pada malam Jumat
- ngarap[n] (Lmt) air pasang
- ngarat[n] (Kur) tempat menampung pati sagu, dibuat dari sambungan dua pelepah pohon sagu
- ngarayan[n] (Sd) ritual pemberian sesajen kepada para leluhur agar pementasan seni gondang dapat berjalan dengan lancar
- ngarepot[a] (Dy) takut karena melihat orang atau makhluk gaib yang ditandai dengan ekor turun dan bengkok ke bagian perut (tentang anjing):
- ngaret[v] (cak) mengaret:
- ngariau[n] (DyNg) ritual memberi sajen kepada roh penunggu hutan atau tanah ketika menambang atau mencari kayu gaharu
- ngarit-ngarit[a] (Bt) rasa tidak enak (tentang ubi kayu yang menyembul dari tanah)
- ngaritik[n] (Dy) gelembung-gelembung kecil yang rapat pada permukaan air sebagai tanda adanya binatang air di sungai atau lubuk
- ngarngar[n] (Bt) getah pohon kapur barus yang terdapat pada ujung-ujung kayu
- ngaro[v] (Bkt) mencari atau mengambil daun sagu untuk dibuat atap:
- ngarore[n] (Sbw) rambut yang tidak terlalu panjang dan terurai
- ngarotoi[v] (Dy) mengambil sedikit demi sedikit hingga habis (tentang barang atau makanan):
- ngarowoi[v] (Dy) mendulang sisa-sisa buangan batu dari pemilik lahan tambang emas:
- ngarung[v] (Jb) berjalan di sela-sela tanaman:
- ngarupus[n] (Sd) ritual memotong rambut bayi antara 30 sampai 40 hari dari kelahiran di kampung adat Kuta, Ciamis
- ngarutih[v] (Dy) menggosok untuk membersihkan kulit rotan menggunakan rantai atau alat penggosok lainnya:
- ngasa[n] (Jw) tradisi khas Brebes, dilakukan tiap setahun sekali dengan berdoa dan makan bersama, merupakan ungkapan terima kasih kepada Tuhan atas hasil bumi; sedekah gunung
- ngasak[v] (Jw) memetik sisa-sisa padi yang tertinggal setelah dipanen [v] (Bn) menanam benih padi beramai-ramai:
- ngasian[v] (Dy) berkunjung ke rumah orang tua suami dengan membawa hasil-hasil kebun serta penginangan (pinang, sirih, gambir, kapur):
- ngasisi[v] (Dy) memerintah anjing agar mengejar buruan sampai dapat:
- ngaskara[n] (Bl) upacara penyucian roh dalam rangkaian ngaben:
- ngasu[n] (Ke) teknik berburu menggunakan anjing untuk mencari dan menghalau babi serta binatang darat lainnya keluar dari persembunyiannya
- ngasumpang[n] (Dy) padi setengah masak, warnanya hijau, dan baru berisi
- ngater[a] (Jw) setengah berdiri (tentang kelamin laki-laki)
- ngatohah[v] (Dy) menyahut dari jauh:
- ngatot[v] (Dy) menahan seseorang agar tidak berangkat:
- ngatun[n] (Kur) bekas gigitan kutu pada kepala
- ngaw[n] (Lp) insang ikan
- ngawah[v] (Bkt) mencari lahan untuk ladang:
- ngawak[v] (Dy) menebang pohon untuk pertama kali ketika akan membuka ladang dengan jumlah 10—20 batang pohon: [v] (Dy) menyingkir untuk memberi jalan kepada orang yang akan lewat:
- ngawesi[v] (Sd) mengolah sawah dengan pembagian lima berbanding satu untuk pemilik dan penggarap setiap panen
- ngawi[n] kabupaten di Provinsi Jawa Timur
- ngawur[a] (cak) sebarang
- ngaya[v] (Jw) (cak) memaksakan diri melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkan kemampuan, kondisi, dan waktu:
- ngayab[v] (Bl) mengibaskan dengan tangan ke arah yang dituju:
- ngayak[v] (Bn) terbang memutar (tentang elang):
- ngayangan[n] (Bkt) padi yang mulai masak, tetapi belum bisa dipanen
- ngayap[a] (Klm) jauh dari pandangan sehingga tampak sayup-sayup [v] (Ss) mencuri di waktu yang tidak baik (saat terjadi bencana, mendapat kemalangan, dan sebagainya):
- ngayuman[n] (Sd) tradisi mengganti bibit padi yang mati dengan bibit padi yang baru
- ngayumpas[v] (Dy) membuang daun padi yang tua dan mati dengan menggunakan tangan:
- njunjung ngantepakeukp (Jw) memuji-muji lebih dahulu dengan maksud untuk menjatuhkan atau mencelanya, makna harfiahnya 'mengangkat (untuk) menjatuhkan'
- pak ngahpak panggilan kekerabatan untuk saudara laki-laki ibu atau bapak yang tengah
- raden ngantenraden (Jw) gelar atau sebutan untuk perempuan yang masih keturunan bangsawan ke lima ke bawah
- rebana ngarakrebana (Jk) kesenian rebana yang dimainkan pada saat mengarak calon pengantin pria menuju tempat calon pengantin wanita
- sugih tanpa bandha, digdaya tanpa aji, nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorakeukp (Jw) kaya sekalipun tidak memiliki harta, perkasa sekalipun tidak memiliki azimat, menyerbu sekalipun tanpa pasukan, menang sekalipun tanpa mengalahkan
- tapa ngalongtapa (Jw) bertapa dengan bergantung terbalik, kedua kaki diikat pada dahan pohon
- tapa ngambangtapa (Jw) bertapa dengan berendam di tengah sungai dalam jangka waktu tertentu