rima awal · 162 kata

Kata berima nge-

Halaman 1 dari 1. Cari rima lain.

250 kata per halaman

Berbunyi nge-

162 dari 162
  1. ngengatnge·ngat n binatang kecil-kecil yg suka makan kertas, pakaian, dsb; gegat
  2. ngeringe·ri a berasa takut atau khawatir (krn melihat sesuatu yg menakutkan atau mengalami keadaan yg membahayakan): -- rasanya saya melihat perkelahian itu; me·nge·ri·kan v menimbulkan…
  3. ngebutnge·but v cak 1 mengendarai (mobil, sepeda motor, dsb) dng cepat; berlomba-lomba; 2 bertindak (mengerjakan sesuatu) dng cepat krn waktu yg suntuk
  4. ngebetnge·bet a cak 1 rasa ingin sekali untuk menikmati sesuatu atau mengerjakan sesuatu; 2 rasa sakit sekali serta terasa berdenyut-denyut (pd bisul, koreng, luka, dsb)
  5. ngecengnge·ceng /ngecéng/ v cak jual tampang
  6. ngeongnge·ong /ngéong/ n tiruan bunyi kucing; me·nge·ong v mengeluarkan bunyi (tt kucing)
  7. ngeangnge·ang, nge·ang-ngeang lihat hantu
  8. ngedennge·den v cak menahan napas (ketika hendak buang air dsb); mengejan
  9. ngenasnge·nas v, me·nge·nas v bersusah hati; pedih hati; me·nge·nas·kan v menimbulkan rasa pedih hati: para jenderal tewas secara ~ akibat kebiadaban PKI
  10. hantu kangkung ngeang-ngeanghantu yang berasal dari nyawa janin manusia yang mati dalam perut ibunya ketika hendak lahir
  11. mengejar-ngejarme.nge.jar-nge.jar Verba (kata kerja) Kiasan terus-menerus mengejar: apakah dia masih mengejar-ngejar bekas pacarnya?
  12. mengejut-ngejutime.nge.jut-nge.juti Verba (kata kerja) (1) berolok-olok dengan mengejuti; (2) mengejuti
  13. mengelai-ngelaime.nge.lai-nge.lai Verba (kata kerja) mengelai
  14. mengelepik-ngelepikme.nge.le.pik-nge.le.pik Verba (kata kerja) berbunyi seperti bunyi bendera berkibar-kibar, sayap dikibas-kibaskan, dan sebagainya
  15. mengelip-ngelipme.nge.lip-nge.lip Verba (kata kerja) berkedip-kedip (tentang lampu dan sebagainya)
  16. mengepak-ngepakme.nge.pak-nge.pak Verba (kata kerja) berkepak-kepak
  17. mengepak-ngepakkanme.nge.pak-nge.pak.kan Verba (kata kerja) mengibas-ngibaskan (sayap): burung kecil itu mengepak-ngepakkan sayapnya lalu terbang
  18. mengepal-ngepalkanme.nge.pal-nge.pal.kan Verba (kata kerja) berkali-kali mengepalkan tangan
  19. mengerjap-ngerjapme.nger.jap-nger.jap Verba (kata kerja) mengejap-ngejapkan; mengerdip-ngerdipkan (tentang mata)
  20. mengerling-ngerlingme.nger.ling-nger.ling Verba (kata kerja) berulang-ulang mengerling, melihat pandangan mata ke sebelah kiri atau kanan
  21. mengertak-ngertakkanme.nger.tak-nger.tak.kan Berasal dari bahasa Minangkabau Verba (kata kerja) menggeserkan gigi dengan gigi sehingga menimbulkan bunyi 'kertak-kertak'
  22. babi ngepetbabi babi jadi-jadian
  23. bisi ngean[n] (Kur) bekas luka pada tubuh, berukuran besar, dan tidak beraturan
  24. dhandhang ngelakukp (Jw) seseorang yang merencanakan perbuatan jahat, makna harfiahnya 'berkehendak buruk' ukp (Jw) orang yang mengharapkan sesuatu yang buruk terjadi pada diri orang lain
  25. jomlo ngenesjomlo (cak) orang yang belum memiliki pasangan dan dianggap menyedihkan
  26. kadurmanggalan ngempelwekadurmanggalan (Bl) kemalangan yang dapat menimpa penghuni rumah, berupa penyakit kelebihan cairan, didapat karena menempati bangunan bermaterial kayu dari pohon yang roboh melinta…
  27. karante yam mara belek ngerontongukp (Sbw) orang yang banyak bicara dan menyampaikan hal-hal yang tidak sesuai kenyataan
  28. mengecek-ngecekcek [v] memeriksa berulang kali
  29. mengedip-ngedipkankedip [v] mengedipkan (mata) berulang-ulang; mengerjap-ngerjap:
  30. mengerling-ngerlingkankerling [v] mengerlingkan secara berulang-ulang:
  31. mengetes-ngetestes [v] mengetes berkali-kali:
  32. nge[a] (Sw) mabuk karena terlalu banyak makan pinang:
  33. ngean[n] (Bt) (ark) tempat tidur tradisional pengantin suku Pakpak yang sekelilingnya digantungi tikar pandan sebagai kelambu
  34. ngeang-ngeangngeang lihat hantu
  35. ngebabali[n] (Lp) ritual meminta izin kepada roh halus ketika akan membangun rumah
  36. ngebak[v] (Bn) mendapat rezeki yang banyak:
  37. ngebrak[n] (Jw) dua buah bangunan yang ada di bagian pintu gerbang keraton, digunakan sebagai tempat berjaga prajurit berkuda
  38. ngecebi[v] (Bsm) menahan tangis:
  39. ngecek[n] (Jw) teknik permainan siter, dengan cara posisi jari tangan kiri menekan senar untuk meredam bunyi
  40. ngeces[v] (cak) keluar air liur dari dalam mulut, biasanya pada bayi atau anak-anak
  41. ngedah[n] (BhUj) kegiatan menebang kayu kecil di ladang dengan parang
  42. ngedos[v] (Bsm) meruntuhkan padi dari malainya dengan menggunakan mesìn:
  43. ngedulup[v] terbirit-birit; terpontang-panting:
  44. ngedus[v] (Jw) memberi cat pengilap pada wayang untuk mengilapkan dan mengawetkan warna
  45. ngefi[n] (Ni) tepian sungai atau laut
  46. ngegerukp (Jw) mengabdi
  47. ngeget[v] (Dy) mengigit (tentang anai-anai, dan sebagainya)
  48. ngehbentuk tidak baku dari engah
  49. ngehap[v] (Beng) membersihkan lahan ladang yang sudah dibakar untuk ditanami kembali
  50. ngehul[v] memusnahkan anjing kecil karena dianggap tidak baik (membawa sial) dgn cara keempat kakinya diikat dgn rotan, lalu dibuang ke sungai:
  51. ngejalang[n] (Lp) tradisi bersilaturahmi, berdoa, dan makan bersama di area perkuburan setelah Idulfitri
  52. ngejam[n] (Oy) tempat untuk meremas sagu, terbuat dari pelepah pohon sagu
  53. ngejambang[v] (Lp) menyemai bibit tanaman:
  54. ngejang[v] (Ss) memutar gasing dengan tujuan mengenai gasing lain:
  55. ngejer[n] (Sd) nelayan penangkap rajungan
  56. ngejip[n] (Bn) rasa sakit karena tertusuk duri
  57. ngejot[n] tradisi memberikan makanan kepada tetangga sebagai rasa terima kasih pada masyarakat Hindu dan Islam di Bali
  58. ngejreng[v] (cak) mengejreng (mencolok tentang warna)
  59. ngejut[v] (Kpr) menyentakkan pancing untuk menangkap ikan yang sedang memakan umpan:
  60. ngeka[v] (Lmt) menggigit sedikit (tentang buah):
  61. ngekah[v] menggigit sesuatu sampai putus:
  62. ngekel[n] (Beng) batuk yang berkepanjangan
  63. ngekeng[v] (Dy) menakik beberapa batang pohon agar roboh bersamaan yang ditimpa satu pohon besar (tentang pembukaan ladang):
  64. ngeker[v] (Dy) berputar laju dan cepat (tentang kincir angin, dan sebagainya)
  65. ngelalak[v] (MBl) menggumpal karena tidak diaduk saat mendidih (tentang santan):
  66. ngelama[v] (Lp) berkunjung ke rumah kakak laki-laki istri:
  67. ngelampin[a] (MBl) benar-benar lelah:
  68. ngelang[v] (Bn) pergi ke hutan mencari sesuatu, misalnya kayu, buah, atau obat-obatan:
  69. ngelante[v] (Dy) membakar tiap titik lahan dengan menggunakan bambu yang ujungnya sudah terbakar:
  70. ngelap[v] (Lp) memanggil dengan lambaian tangan:
  71. ngelapis[v] (Bkt) memanen kembali hasil panen padi pertama yang belum menguning:
  72. ngelapun[v] (Beng) mencari ikan menggunakan sesawuk di malam hari dengan penerangan lampu:
  73. ngelatek[v] (Mdr) tidak bisa diam (tentang anak): [v] (Dy) melompat dengan tinggi (tentang binatang)
  74. ngelawang[v] (Bl) menarikan barong dari rumah ke rumah pada hari raya Galungan dan Kuningan:
  75. ngelawar[n] tradisi meracik bumbu masakan Bali:
  76. ngelaya[n] (Lp) membuka lahan baru untuk menanam padi:
  77. ngele-ngele[n] (Tb) keranjang yang terbuat dari anyaman daun rumbia, berbentuk kerucut, biasanya digantung, digunakan sebagai tempat menyimpan makanan
  78. ngeleboni[n] (Us) tradisi meminang dalam masyarakat Using yang dilakukan oleh seorang laki-laki dengan mendatangi rumah pihak perempuan dan menginap hingga pernikahan atas izin orang tua
  79. ngelelu[n] (Dy) penyembelih binatang yang sakit
  80. ngelemai[n] (Lp) tangkai lada yang buahnya jarang
  81. ngeleng[n] (Bt) benci yang teramat sangat antara suami-istri yang sudah tak bisa diatasi
  82. ngelerek[n] (Jw) proses memberi warna pada kain batik atau benang tenun secara menyeluruh
  83. ngeletuk[a] (Krc) dingin sekali sehingga gigi gemetar dan berbunyi
  84. ngelewak[v] (Ss) mengunjungi keluarga pengantin wanita setelah proses akad nikah:
  85. ngeliga[v] (Jw) telanjang dada [v] (Jw) bertelanjang dada
  86. ngelilin[n] (Dy) buah rambutan yang baru akan mulai tua
  87. ngelimet[v] (MBa) terlampau hemat dalam memenuhi kebutuhan diri:
  88. ngeliningan[v] (Ss) menjaga padi menjelang magrib dari segala macam gangguan, dilaksanakan sekitar satu minggu sebelum panen:
  89. ngelo[v] (Lmt) menarik pancingan yang sudah dapat ikannya:
  90. ngelok[v] (Jb) memuja makhluk halus dengan memberikan sesajen
  91. ngelolosan[v] (Ss) melepas burung merpati secara bergerombol dari tempat yang jauh dengan rumahnya:
  92. ngelukut[v] (Bn) meraba ke dalam:
  93. ngelulok[v] (Beng) mencangkul tanah sawah agar tanahnya halus:
  94. ngelulut[v] (Ss) menggosok lantai rumah dengan kotoran sapi atau tanah yang dicampur sekam agar lantai bersih atau kuat:
  95. ngelungah[n] upacara ngaben yang dilaksanakan untuk bayi atau anak yang meninggal sebelum tanggal gigi:
  96. ngeluran[v] (Bn) menyajikan banyak makanan, biasanya dilakukan saat acara besar atau acara adat:
  97. ngemak[n] (Dy) upacara adat pertama kali untuk menggendong bayi di belakang punggung ibu pada suku Dayak
  98. ngembelat[v] (Lp) menolak tawaran pada awalnya, tetapi kemudian meminta:
  99. ngembo[n] (Mg) lubang di tanah dengan kedalaman setinggi orang dewasa, berfungsi sebagai tempat sampah
  100. ngemboi[v] (Kpr) memberi isyarat dengan berbisik-bisik atau gerakan kecil dari kejauhan:
  101. ngemong(cak) mengemong
  102. ngempesen[v] (Ke) membuat sesuatu dengan terburu-buru:
  103. ngempos[a] kondisi kehilangan tenaga (tentang mesin)
  104. ngenceng[a] (DyNg) malas dan tidak mau mengejar buruan (tentang anjing):
  105. ngencukaan[n] (MBl) matoa yang buahnya berwarna merah gelap, daunnya bisa digunakan untuk pembersih badan; (i)Lepisanthes amoena
  106. ngenda[v] (Jb) hilang tiba-tiba (tentang janin):
  107. ngendah[v] (Bl) berkembang biak
  108. ngendok[v] membuka lebar-lebar insangnya (tentang ikan cupang) agar terlihat lebih besar untuk mengintimidasi lawannya
  109. ngendong[n] (Jw) tengkulak ikan yang bertransaksi di tengah laut:
  110. ngendot[a] (Kpr) setengah matang (tentang durian): [n] (Kpr) durian setengah matang
  111. ngenger[n] (Jw) orang yang menyerahkan jiwa dan raganya kepada majikannya
  112. ngenjami[v] (Lp) membuka lahan untuk kedua kalinya di tempat yang sama karena tanaman lama sudah tidak produktif lagi:
  113. ngenong[v] (Sbw) membawa (beras, uang, tembakau, daun lontar, dan sebagainya) untuk melayat ke keluarga yang berduka
  114. ngental[v] memberi sedikit makanan kepada orang lain agar bisa mencicip:
  115. ngentuni[v] (Ss) turun ke sawah, menanam padi untuk pertama kalinya, dilakukan pada upacara adat pertanian:
  116. ngenyek[n] (cak) meremehkan atau mengejek:
  117. ngepak[v] (Bn) memeluk pohon:
  118. ngepar[v] (Dy) menggiring binatang buruan ke perangkap
  119. ngepejat[v] (Ke) memberi semangat kepada orang lain sambil mengentak-entakkan kaki:
  120. ngepot[v] (Lp) menyusun batu di sungai menjadi setengah lingkaran, berfungsi sebagai perangkap untuk menangkap ikan:
  121. ngepras[n] (Jw) ritual pembersihan diri untuk menghilangkan hal-hal yang buruk
  122. ngeprul[a] (Sd) seperti abu halus yang ditaburkan (tentang hujan)
  123. nger[n] (Kai) tulang pada hidung
  124. ngeradat[v] (MBl) mengerem mendadak:
  125. ngeradui[n] (Beng) tradisi masyarakat Nasal untuk menutup ritual kematian, biasanya di hari ketujuh atau keempat puluh
  126. ngeranah[v] berjalan melalui banjir:
  127. ngeranje[v] (Jw) bersandar di tempat lain setelah melaut:
  128. ngeraring[v] (Bn) menangisi orang yang meninggal:
  129. ngerayung[n] (Jw) gerakan tari dengan cara telapak tangan membuka dan ibu jari ditekuk ke telapak tangan
  130. ngerek[v] (Kpr) menginjak-injak parutan batang sagu yang sudah dicampur air:
  131. ngerempah[n] (Beng) persiapan pesta pernikahan yang dilakukan oleh kaum ibu
  132. ngerenat[v] (MBl) meregangkan badan:
  133. ngerepak[v] (MBl) menunggu durian jatuh dari pohonnya, biasanya dilakukan saat malam hari:
  134. ngerepik[v] (Ldy) mematahkan ranting untuk menandai jejak di hutan:
  135. ngererang[n] (Dy) sarang yang sudah tidak ditempati lagi
  136. ngeres[a] (Sd) terasa kotor dan kasar ketika tersentuh telapak kaki atau tangan
  137. ngerik[v] (Bt) memisahkan gabah dari batang
  138. ngerindit[v] (Beng) menumbuk padi menggunakan lesung dan antan, dilakukan oleh lebih dari satu orang (biasanya tiga orang):
  139. ngerires[n] (Bt) acara membuat rires (lemang) pada masyarakat Batak Karo dalam perayaan tahunan setelah menanam padi
  140. ngeriwik[v] berkicau dengan suara pelan, seperti suara baru belajar berkicau (tentang burung):
  141. ngerog[v] (Jw) mengambil, memanen buah dengan mengguncang-guncang pohonnya supaya jatuh atau berjatuhan
  142. ngerol[v] berkicau sambung-menyambung tanpa putus (tentang burung):
  143. ngerondong[v] (Bt) merayu wanita dengan meniup seruling untuk menyampaikan ungkapan hati
  144. ngeroras[n] upacara penyucian roh setelah ngaben
  145. ngerowek[v] (Jw) melinting tembakau basah yang akan dikeringkan:
  146. ngerowot[n] (Jw) ritual memakan semua jenis umbi-umbian, seperti ubi, singkong, kentang sebagai laku tirakat:
  147. ngersoyo[v] (Us) bergotong royong untuk mendirikan rumah:
  148. ngerudut[v] (MBl) melorot (tentang badan dalam posisi duduk):
  149. ngeruman[v] (Dy) melepaskan butir biji padi dari tangkainya:
  150. ngerundingi[v] (Bt) mempertimbangkan sungguh-sungguh:
  151. ngerupuk[n] {Hin} upacara yang dilakukan tepat sehari sebelum hari Nyepi tiba dengan tujuan mengusir makhluk halus yang jahat agar tidak mengganggu kehidupan manusia saat sedang melakukan …
  152. ngerurut[v] (Bt) memilin ijuk untuk dijadikan tali:
  153. ngesabin[v] (Mdr) mengeringkan tanah yang akan dipakai untuk pembuatan garam
  154. ngeta[n] (Dy) perangkap burung yang diletakkan di atas permukaan air, terbuat dari ranting pohon yang diberi getah kayu kepuak
  155. ngeto[n] (Ke) jalan lurus
  156. ngewal[n] (Jw) cara mengenakan keris menurut adat Yogyakarta, dilakukan dengan menyisipkan gandar keris ke dalam lipatan setagen dengan posisi tertelungkup dan hulu keris menghadap ke si…
  157. ngewangsit[v] (Lp) memanggil dengan siulan:
  158. puasa ngepelpuasa (Jw) puasa yang dilakukan dengan hanya memakan sekepal nasi
  159. puasa ngeruhpuasa (Jw) puasa yang dilakukan dengan hanya memakan sayur dan buah
  160. tapa ngelitapa (Jw) bertapa dengan membiarkan diri dihanyutkan arus air di atas rakit
  161. warak ngendog[n] makhluk rekaan yang melambangkan keragaman etnis di Semarang, bentuknya merupakan gabungan naga, burak, dan kambing, dibuat pada saat dugderan
  162. warak ngendokwarak (Jw) binatang mitologi yang dipercayai oleh masyarakat di daerah Semarang, berwujud menyerupai kambing berkepala naga bersisik emas