Daftar kata · 4.158 entri

Kata berawalan N

Halaman 9 dari 17.

250 kata per halaman

Daftar kata

250 dari 4.158
  1. ngawi[n] kabupaten di Provinsi Jawa Timur
  2. ngawur[a] (cak) sebarang
  3. ngaya[v] (Jw) (cak) memaksakan diri melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkan kemampuan, kondisi, dan waktu:
  4. ngayab[v] (Bl) mengibaskan dengan tangan ke arah yang dituju:
  5. ngayah harunaukp (Jw) jaksa atau hakim yang menyelesaikan perkara tanpa musyawarah, hanya mengandalkan kata hatinya sendiri, makna harfiahnya 'bertindak matahari'
  6. ngayak[v] (Bn) terbang memutar (tentang elang):
  7. ngayak pantun[v] (Ss) bernyanyi bersama-sama pada waktu menanam padi
  8. ngayangan[n] (Bkt) padi yang mulai masak, tetapi belum bisa dipanen
  9. ngayap[a] (Klm) jauh dari pandangan sehingga tampak sayup-sayup [v] (Ss) mencuri di waktu yang tidak baik (saat terjadi bencana, mendapat kemalangan, dan sebagainya):
  10. ngayau danum[n] (Dy) ritual perdamaian dan penyucian setelah seseorang meninggal karena tenggelam di sungai:
  11. ngayau kayu[n] (Dy) ritual perdamaian dan penyucian setelah seseorang meninggal tertimpa kayu:
  12. ngayobong basah[n] (Dy) durian yang sudah berisi tetapi isinya muda
  13. ngayu-ayu[n] (Ss) upacara adat masyarakat Sembalun sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas hasil bumi dan doa agar terhindar dari bencana, dilakukan tiga tahun sekali dengan cara penga…
  14. ngayuman[n] (Sd) tradisi mengganti bibit padi yang mati dengan bibit padi yang baru
  15. ngayumpas[v] (Dy) membuang daun padi yang tua dan mati dengan menggunakan tangan:
  16. ngayun luci[n] (Krc) ritual yang dilakukan sebelum panen dengan cara membawa dan mengayunkan luci, kemudian menabur makanan ke sawah agar panen melimpah
  17. NGC[n] {Astron} katalog yang memuat lebih dari 8.000 nebula, galaksi, dan gugus bintang, objek dinamai sesuai dengan nomor urutnya (misalnya galaksi Andromeda bernomor urut 224 sehing…
  18. nge[a] (Sw) mabuk karena terlalu banyak makan pinang:
  19. ngean[n] (Bt) (ark) tempat tidur tradisional pengantin suku Pakpak yang sekelilingnya digantungi tikar pandan sebagai kelambu
  20. ngeangnge·ang, nge·ang-ngeang lihat hantu
  21. ngeang-ngeangngeang lihat hantu
  22. ngebabali[n] (Lp) ritual meminta izin kepada roh halus ketika akan membangun rumah
  23. ngebak[v] (Bn) mendapat rezeki yang banyak:
  24. ngebetnge·bet a cak 1 rasa ingin sekali untuk menikmati sesuatu atau mengerjakan sesuatu; 2 rasa sakit sekali serta terasa berdenyut-denyut (pd bisul, koreng, luka, dsb)
  25. ngebrak[n] (Jw) dua buah bangunan yang ada di bagian pintu gerbang keraton, digunakan sebagai tempat berjaga prajurit berkuda
  26. ngebutnge·but v cak 1 mengendarai (mobil, sepeda motor, dsb) dng cepat; berlomba-lomba; 2 bertindak (mengerjakan sesuatu) dng cepat krn waktu yg suntuk
  27. ngecebi[v] (Bsm) menahan tangis:
  28. ngecek[n] (Jw) teknik permainan siter, dengan cara posisi jari tangan kiri menekan senar untuk meredam bunyi
  29. ngecengnge·ceng /ngecéng/ v cak jual tampang
  30. ngeces[v] (cak) keluar air liur dari dalam mulut, biasanya pada bayi atau anak-anak
  31. ngedah[n] (BhUj) kegiatan menebang kayu kecil di ladang dengan parang
  32. ngedennge·den v cak menahan napas (ketika hendak buang air dsb); mengejan
  33. ngedom sulamukp (Jw) menggantikan tugas orang lain yang sedang sakit, makna harfiahnya 'menjarumi sulam'
  34. ngedos[v] (Bsm) meruntuhkan padi dari malainya dengan menggunakan mesìn:
  35. ngedulup[v] terbirit-birit; terpontang-panting:
  36. ngedus[v] (Jw) memberi cat pengilap pada wayang untuk mengilapkan dan mengawetkan warna
  37. ngefi[n] (Ni) tepian sungai atau laut
  38. ngegerukp (Jw) mengabdi
  39. ngeget[v] (Dy) mengigit (tentang anai-anai, dan sebagainya)
  40. ngehbentuk tidak baku dari engah
  41. ngehap[v] (Beng) membersihkan lahan ladang yang sudah dibakar untuk ditanami kembali
  42. ngehul[v] memusnahkan anjing kecil karena dianggap tidak baik (membawa sial) dgn cara keempat kakinya diikat dgn rotan, lalu dibuang ke sungai:
  43. ngejalang[n] (Lp) tradisi bersilaturahmi, berdoa, dan makan bersama di area perkuburan setelah Idulfitri
  44. ngejam[n] (Oy) tempat untuk meremas sagu, terbuat dari pelepah pohon sagu
  45. ngejambang[v] (Lp) menyemai bibit tanaman:
  46. ngejang[v] (Ss) memutar gasing dengan tujuan mengenai gasing lain:
  47. ngejer[n] (Sd) nelayan penangkap rajungan
  48. ngejip[n] (Bn) rasa sakit karena tertusuk duri
  49. ngejorkan singking[v] (MBl) bersantai setelah bekerja keras:
  50. ngejot[n] tradisi memberikan makanan kepada tetangga sebagai rasa terima kasih pada masyarakat Hindu dan Islam di Bali
  51. ngejreng[v] (cak) mengejreng (mencolok tentang warna)
  52. ngejut[v] (Kpr) menyentakkan pancing untuk menangkap ikan yang sedang memakan umpan:
  53. ngeka[v] (Lmt) menggigit sedikit (tentang buah):
  54. ngekah[v] menggigit sesuatu sampai putus:
  55. ngekel[n] (Beng) batuk yang berkepanjangan
  56. ngekeng[v] (Dy) menakik beberapa batang pohon agar roboh bersamaan yang ditimpa satu pohon besar (tentang pembukaan ladang):
  57. ngeker[v] (Dy) berputar laju dan cepat (tentang kincir angin, dan sebagainya)
  58. ngelalak[v] (MBl) menggumpal karena tidak diaduk saat mendidih (tentang santan):
  59. ngelama[v] (Lp) berkunjung ke rumah kakak laki-laki istri:
  60. ngelampin[a] (MBl) benar-benar lelah:
  61. ngelang[v] (Bn) pergi ke hutan mencari sesuatu, misalnya kayu, buah, atau obat-obatan:
  62. ngelante[v] (Dy) membakar tiap titik lahan dengan menggunakan bambu yang ujungnya sudah terbakar:
  63. ngelap[v] (Lp) memanggil dengan lambaian tangan:
  64. ngelapis[v] (Bkt) memanen kembali hasil panen padi pertama yang belum menguning:
  65. ngelapun[v] (Beng) mencari ikan menggunakan sesawuk di malam hari dengan penerangan lampu:
  66. ngelatek[v] (Mdr) tidak bisa diam (tentang anak): [v] (Dy) melompat dengan tinggi (tentang binatang)
  67. ngelawang[v] (Bl) menarikan barong dari rumah ke rumah pada hari raya Galungan dan Kuningan:
  68. ngelawar[n] tradisi meracik bumbu masakan Bali:
  69. ngelaya[n] (Lp) membuka lahan baru untuk menanam padi:
  70. ngele-ngele[n] (Tb) keranjang yang terbuat dari anyaman daun rumbia, berbentuk kerucut, biasanya digantung, digunakan sebagai tempat menyimpan makanan
  71. ngeleboni[n] (Us) tradisi meminang dalam masyarakat Using yang dilakukan oleh seorang laki-laki dengan mendatangi rumah pihak perempuan dan menginap hingga pernikahan atas izin orang tua
  72. ngelegi bayang-bayang[n] (Bt) acara memberi gelang kaki dan kalung dari perak, serta gelang tangan dari suasa kepada cucu pertama oleh nenek dari pihak ibu
  73. ngelelu[n] (Dy) penyembelih binatang yang sakit
  74. ngelemai[n] (Lp) tangkai lada yang buahnya jarang
  75. ngeleng[n] (Bt) benci yang teramat sangat antara suami-istri yang sudah tak bisa diatasi
  76. ngelerek[n] (Jw) proses memberi warna pada kain batik atau benang tenun secara menyeluruh
  77. ngeletuk[a] (Krc) dingin sekali sehingga gigi gemetar dan berbunyi
  78. ngelewak[v] (Ss) mengunjungi keluarga pengantin wanita setelah proses akad nikah:
  79. ngeliga[v] (Jw) telanjang dada [v] (Jw) bertelanjang dada
  80. ngelih nguik[n] musyawarah dengan kaum kerabat untuk mencari jodoh bagi anak laki-laki yang sudah dewasa dan mandiri
  81. ngelilin[n] (Dy) buah rambutan yang baru akan mulai tua
  82. ngelimet[v] (MBa) terlampau hemat dalam memenuhi kebutuhan diri:
  83. ngeliningan[v] (Ss) menjaga padi menjelang magrib dari segala macam gangguan, dilaksanakan sekitar satu minggu sebelum panen:
  84. ngelo[v] (Lmt) menarik pancingan yang sudah dapat ikannya:
  85. ngelok[v] (Jb) memuja makhluk halus dengan memberikan sesajen
  86. ngelolosan[v] (Ss) melepas burung merpati secara bergerombol dari tempat yang jauh dengan rumahnya:
  87. ngelugu guntir teri ujanukp (Sbw) ungkapan untuk orang selalu mewujudkan apa yang dikatakan dan dijanjikan
  88. ngeluh butung[n] (Ldy) adat istiadat masyarakat Dayak tempo dulu yang menempatkan peti jenazah yang baru meninggal di tempat kecil di luar rumah hingga bertahun-tahun, beratap, diberi lubang da…
  89. ngelukut[v] (Bn) meraba ke dalam:
  90. ngelulok[v] (Beng) mencangkul tanah sawah agar tanahnya halus:
  91. ngelulut[v] (Ss) menggosok lantai rumah dengan kotoran sapi atau tanah yang dicampur sekam agar lantai bersih atau kuat:
  92. ngelungah[n] upacara ngaben yang dilaksanakan untuk bayi atau anak yang meninggal sebelum tanggal gigi:
  93. ngeluran[v] (Bn) menyajikan banyak makanan, biasanya dilakukan saat acara besar atau acara adat:
  94. ngemak[n] (Dy) upacara adat pertama kali untuk menggendong bayi di belakang punggung ibu pada suku Dayak
  95. ngembahken nakan[n] (Bt) tradisi masyarakat Karo memberi makan orang tua yang sudah uzur atau yang sedang sakit sebagai bentuk rasa hormat dan doa agar segera sembuh
  96. ngembak geni[v] {Hin} memanjatkan doa untuk memohon kepada Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) semoga dianugerahi jalan yang terang, terlepas dari kegelapan masa silam dan memiliki jiwa yan…
  97. ngembelat[v] (Lp) menolak tawaran pada awalnya, tetapi kemudian meminta:
  98. ngembo[n] (Mg) lubang di tanah dengan kedalaman setinggi orang dewasa, berfungsi sebagai tempat sampah
  99. ngemboi[v] (Kpr) memberi isyarat dengan berbisik-bisik atau gerakan kecil dari kejauhan:
  100. ngemong(cak) mengemong
  101. ngempesen[v] (Ke) membuat sesuatu dengan terburu-buru:
  102. ngempos[a] kondisi kehilangan tenaga (tentang mesin)
  103. ngemut gula krasa legiukp (Jw) dipercayakan untuk sesuatu yang baik dan menyenangkan, tetapi dimanfaatkan sendiri atau disalahgunakan, makna harfiahnya 'mengulum gula terasa manis'
  104. ngemut legine gulaukp (Jw) kehidupan manusia yang dari lahirnya tampak menyenangkan, makna harfiahnya 'mengulum manisnya gula'
  105. ngenasnge·nas v, me·nge·nas v bersusah hati; pedih hati; me·nge·nas·kan v menimbulkan rasa pedih hati: para jenderal tewas secara ~ akibat kebiadaban PKI
  106. ngenceng[a] (DyNg) malas dan tidak mau mengejar buruan (tentang anjing):
  107. ngencukaan[n] (MBl) matoa yang buahnya berwarna merah gelap, daunnya bisa digunakan untuk pembersih badan; (i)Lepisanthes amoena
  108. ngenda[v] (Jb) hilang tiba-tiba (tentang janin):
  109. ngendah[v] (Bl) berkembang biak
  110. ngendok[v] membuka lebar-lebar insangnya (tentang ikan cupang) agar terlihat lebih besar untuk mengintimidasi lawannya
  111. ngendong[n] (Jw) tengkulak ikan yang bertransaksi di tengah laut:
  112. ngendot[a] (Kpr) setengah matang (tentang durian): [n] (Kpr) durian setengah matang
  113. ngengatnge·ngat n binatang kecil-kecil yg suka makan kertas, pakaian, dsb; gegat
  114. ngengat kepala mautngengat ngengat yang memiliki pola tengkorak di bagian toraks, sayap depan berwarna gelap, sayap belakang kuning, mengeluarkan suara mengerik yang keras jika merasa terganggu, kera…
  115. ngengat sutrangengat ngengat penghasil sutra orisinal yang memiliki nilai ekonomi tinggi; ulat sutra; ulat murbei; Bombyx mori
  116. ngengat tawangengat {Zool} ngengat yang berasal dari suku Noctuidae, memiliki pola sayap depan yang terlihat seperti wajah tertawa ketika sayap disatukan saat istirahat, larva memakan daun dar…
  117. ngenger[n] (Jw) orang yang menyerahkan jiwa dan raganya kepada majikannya
  118. ngenjami[v] (Lp) membuka lahan untuk kedua kalinya di tempat yang sama karena tanaman lama sudah tidak produktif lagi:
  119. ngenong[v] (Sbw) membawa (beras, uang, tembakau, daun lontar, dan sebagainya) untuk melayat ke keluarga yang berduka
  120. ngentak batun mataukp (Ss) ungkapan kemarahan terhadap sesuatu yang sangat mendalam
  121. ngental[v] memberi sedikit makanan kepada orang lain agar bisa mencicip:
  122. ngentuni[v] (Ss) turun ke sawah, menanam padi untuk pertama kalinya, dilakukan pada upacara adat pertanian:
  123. ngenyek[n] (cak) meremehkan atau mengejek:
  124. ngeongnge·ong /ngéong/ n tiruan bunyi kucing; me·nge·ong v mengeluarkan bunyi (tt kucing)
  125. ngepak[v] (Bn) memeluk pohon:
  126. ngepar[v] (Dy) menggiring binatang buruan ke perangkap
  127. ngepejat[v] (Ke) memberi semangat kepada orang lain sambil mengentak-entakkan kaki:
  128. ngepot[v] (Lp) menyusun batu di sungai menjadi setengah lingkaran, berfungsi sebagai perangkap untuk menangkap ikan:
  129. ngepras[n] (Jw) ritual pembersihan diri untuk menghilangkan hal-hal yang buruk
  130. ngeprul[a] (Sd) seperti abu halus yang ditaburkan (tentang hujan)
  131. nger[n] (Kai) tulang pada hidung
  132. ngeradat[v] (MBl) mengerem mendadak:
  133. ngeradui[n] (Beng) tradisi masyarakat Nasal untuk menutup ritual kematian, biasanya di hari ketujuh atau keempat puluh
  134. ngeranah[v] berjalan melalui banjir:
  135. ngeranje[v] (Jw) bersandar di tempat lain setelah melaut:
  136. ngeraring[v] (Bn) menangisi orang yang meninggal:
  137. ngerayung[n] (Jw) gerakan tari dengan cara telapak tangan membuka dan ibu jari ditekuk ke telapak tangan
  138. ngerek[v] (Kpr) menginjak-injak parutan batang sagu yang sudah dicampur air:
  139. ngerempah[n] (Beng) persiapan pesta pernikahan yang dilakukan oleh kaum ibu
  140. ngerenat[v] (MBl) meregangkan badan:
  141. ngerepak[v] (MBl) menunggu durian jatuh dari pohonnya, biasanya dilakukan saat malam hari:
  142. ngerepik[v] (Ldy) mematahkan ranting untuk menandai jejak di hutan:
  143. ngererang[n] (Dy) sarang yang sudah tidak ditempati lagi
  144. ngeres[a] (Sd) terasa kotor dan kasar ketika tersentuh telapak kaki atau tangan
  145. ngeringe·ri a berasa takut atau khawatir (krn melihat sesuatu yg menakutkan atau mengalami keadaan yg membahayakan): -- rasanya saya melihat perkelahian itu; me·nge·ri·kan v menimbulkan…
  146. ngeri-ngeri sedapngeri (cak) sesuatu yang sebetulnya berbahaya atau menakutkan tetapi dianggap menyenangkan
  147. ngerik[v] (Bt) memisahkan gabah dari batang
  148. ngerindit[v] (Beng) menumbuk padi menggunakan lesung dan antan, dilakukan oleh lebih dari satu orang (biasanya tiga orang):
  149. ngerires[n] (Bt) acara membuat rires (lemang) pada masyarakat Batak Karo dalam perayaan tahunan setelah menanam padi
  150. ngeriwik[v] berkicau dengan suara pelan, seperti suara baru belajar berkicau (tentang burung):
  151. ngerog[v] (Jw) mengambil, memanen buah dengan mengguncang-guncang pohonnya supaya jatuh atau berjatuhan
  152. ngerol[v] berkicau sambung-menyambung tanpa putus (tentang burung):
  153. ngerondong[v] (Bt) merayu wanita dengan meniup seruling untuk menyampaikan ungkapan hati
  154. ngeroras[n] upacara penyucian roh setelah ngaben
  155. ngerowek[v] (Jw) melinting tembakau basah yang akan dikeringkan:
  156. ngerowot[n] (Jw) ritual memakan semua jenis umbi-umbian, seperti ubi, singkong, kentang sebagai laku tirakat:
  157. ngersoyo[v] (Us) bergotong royong untuk mendirikan rumah:
  158. ngerudut[v] (MBl) melorot (tentang badan dalam posisi duduk):
  159. ngeruman[v] (Dy) melepaskan butir biji padi dari tangkainya:
  160. ngerundingi[v] (Bt) mempertimbangkan sungguh-sungguh:
  161. ngerupuk[n] {Hin} upacara yang dilakukan tepat sehari sebelum hari Nyepi tiba dengan tujuan mengusir makhluk halus yang jahat agar tidak mengganggu kehidupan manusia saat sedang melakukan …
  162. ngerurut[v] (Bt) memilin ijuk untuk dijadikan tali:
  163. ngesabin[v] (Mdr) mengeringkan tanah yang akan dipakai untuk pembuatan garam
  164. ngeta[n] (Dy) perangkap burung yang diletakkan di atas permukaan air, terbuat dari ranting pohon yang diberi getah kayu kepuak
  165. ngeto[n] (Ke) jalan lurus
  166. ngewal[n] (Jw) cara mengenakan keris menurut adat Yogyakarta, dilakukan dengan menyisipkan gandar keris ke dalam lipatan setagen dengan posisi tertelungkup dan hulu keris menghadap ke si…
  167. ngewangsit[v] (Lp) memanggil dengan siulan:
  168. nggaduh[n] (Jw) bagi hasil dalam peternakan
  169. nggakenggak
  170. nggala[v] (Ss) membajak sawah tahap pertama
  171. nggara enggo tula[n] (Bt) hari ke-17 setiap bulan dalam penanggalan Batak Karo
  172. nggara sepuluh[n] (Bt) hari ke-10 setiap bulan dalam penanggalan Batak Karo
  173. nggara simbelin[n] (Bt) hari ke-24 setiap bulan dalam penanggalan Batak Karo
  174. nggaro[n] (Ss) penggarapan sawah dengan melepaskan kerbau berkeliaran dan menginjak-injak tanah yang sudah diairi [n] permukiman pada masyarakat Dompu
  175. nggayuh ing aluhurukp (Jw) mengharapkan hal-hal yang mustahil, makna harfiahnya 'meraih kemuliaan'
  176. nggebleg[v] (Us) mengentakkan kaki ke tanah atau menepukkan tangan ke bantal sebanyak tiga kali sebagai salah satu syarat pada ritual pengasihan, sihir, dan sebagainya:
  177. nggedebok bosokukp (Jw) sifat dan wajahnya buruk, makna harfiahnya 'seperti pelepah pisang busuk'
  178. nggedhekake atine tenguukp (Jw) melaksanakan pekerjaan yang rumit, makna harfiahnya 'membesarkan hati tungau'
  179. Nggem[n] suku yang mendiami daerah aliran Sungai Haflifoeri tengah, sebelah utara kota Wamena, Provinsi Papua
  180. nggendholi buntute macanukp (Jw) menuruti perkataan orang jahat atau mengikuti jejaknya, makna harfiahnya 'bergantung pada ekor macan'
  181. nggenthong bocorukp (Jw) tidak dapat menghemat, makna harfiahnya 'seperti tempayan bocor'
  182. nggiling[n] (Kb) pekerjaan mewarnai benang dengan rendaman daun nila untuk menghasilkan warna biru [n] (Mg) perisai yang dibuat dari kulit kerbau yang dikeringkan, digunakan sebagai penaha…
  183. nggore[n] (Bm) balok alas lantai rumah panggung
  184. nggufa[n] (Bm) empang kecil di sungai
  185. nggugat kayu akingukp (Jw) menggugat orang yang sudah meninggal, makna harfiahnya 'menggugat kayu kering'
  186. ngguntar[n] suku bangsa yang berasal dari atau mendiami wilayah Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan
  187. nggutuk lor kena kidulukp (Jw) maksudnya menyindir orang lain dengan secara tidak langsung mengenai sasarannya, makna harfiahnya 'melempar batu ke utara terkena selatan'
  188. ngiangngi·ang n suara denging; me·ngi·ang v 1 berbunyi mendenging; 2 terdengar berdenging: di telingaku seakan-akan masih ~ ucapannya; me·ngi·ang-ngi·ang v mengiang; ter·ngi·ang v terden…
  189. ngibah[v] (Dy) mengayunkan sesuatu ke benda lain tanpa mengenainya:
  190. ngibau[v] (Kpr) mengambil kerang dengan tangan di tepi pantai saat air surut:
  191. ngida[n] (Bt) bias cahaya berwarna hijau muda yang (biasanya terpantul dari benda berbahan plastik, besi, atau kaca yang tersorot cahaya matahari dan sebagainya) [n] (Bt) rasa pusing ak…
  192. ngidak endog[n] (Jw) prosesi dalam pernikahan adat Jawa berupa penginjakan telur mentah oleh pengantin laki-laki, kemudian kakinya dicuci oleh pengantin wanita dengan posisi berlutut
  193. ngidak geni blubukanukp (Jw) menerjang rasa malu atau enggan tanpa pertimbangan apa-apa (berpikir panjang), makna harfiahnya 'menginjak api membara'
  194. ngidam[v] (cak) mengidam
  195. ngigel[n] (Jw) gerak tari dengan memutar pergelangan tangan
  196. ngihik[v] (Bkt) penginjakan padi agar terlihat bersih [n] (Bkt) penginjakan padi agar terlihat bersih
  197. ngihit[n] (Dy) gotong royong tanpa imbalan dengan syarat tuan rumah hanya menyediakan makanan
  198. ngihu[n] (Kb) alat untuk mengeluarkan biji kapas apabila jumlah kapas banyak, berbentuk seperti kincir, terbuat dari kayu-kayu bulat dan licin yang diletakkan di dua tiang kayu dan di b…
  199. ngihut[v] mendorong perahu atau kapal (baik turun ke laut maupun naik ke darat):
  200. ngikek[v] (Krc) memakan sesuatu dengan mengigit kecil-kecil
  201. ngilani dhadhaukp (Jw) menghina orang yang menjadi lawannya, makna harfiahnya 'mengukur dada'
  202. ngiler[a] (cak) menimbulkan rasa menginginkan sesuatu
  203. ngilo-ngilo[n] (Bgk) bagian dalam pelipis yang berdenyut ketika menggerakkan mulut
  204. ngilungi·lu a (rasa) nyeri pd tulang
  205. ngimbai[adv] (MBa) sambil menunggu:
  206. ngimbun[v] (Lp) memperkirakan lokasi sumber mata air dengan mengembunkan daun pisang atau talas
  207. nginai[n] (Lp) prosesi pemberian nama adat Lampung
  208. ngindung[n] (Jw) hak adat yang diberikan Kesultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman kepada masyarakat atau institusi untuk menggunakan tanah bukan keprabon dengan membuat perjanjian ja…
  209. nging[n] (BhDI) mata kaki
  210. ngingkol[v] (MBl) memutar tuas dengan tangan:
  211. nginin[n] (Kai) tali terbuat dari rotan, nilon, atau rafia yang diikat pada sarung parang agar parang mudah digantungkan
  212. nginsak[v] (Bkt) menggosok-gosokkan badan pada benda (misalnya tiang, pohon) untuk menghilangkan gatal:
  213. ngintis[v] (Lp) mengendap-endap:
  214. nginyik[v] (Beng) mengguncang dahan menggunakan kaki agar buahnya jatuh
  215. ngiring kucing[n] (Jw) ritual khas Tengger dengan memandikan kucing hitam bertujuan untuk memohon hujan
  216. ngirip[n] (Mt) pohon dipinggir laut, batangnya besar, berkayu keras, berdaun dan berbuah kecil-kecil seperti cengkeh, bagus untuk dijadikan bahan bangunan rumah dan perahu
  217. ngirit-irit dadi ngorot-orotukp (Jw) berusaha untuk menghemat, tetapi malahan boros karena salah perhitungan, makna harfiahnya '(maksudnya mau) menghemat, tetapi menjadi boros'
  218. ngiro[adv] (Bm) ke sana ke mari tidak tentu arah tujuannya
  219. ngirung[n] (Jw) bentuk sanggul lipat di bagian tengah (seperti bentuk hidung), biasanya untuk sanggul pengantin Jawa sebelum upacara akad nikah
  220. ngisen[v] (Jw) mengambil sisa-sisa makanan yang jatuh di lantai lalu dimakan, biasanya dilakukan oleh anak kecil
  221. ngithing[n] (Jw) {Sen} gerakan pada tarian Jawa klasik dengan posisi jari tengah dan jempol beradu sehingga membentuk bulatan, jari yang lain ditekuk atau dilengkungkan ke bawah
  222. ngitingkiting [v] (Jw) gerakan tari berupa gerak mempertemukan jari tengah dan ibu jari (sehingga membentuk lingkaran), serta menekuk semua jari yang lain: [n] (Jw) gerak tari dengan mene…
  223. ngkalembu[n] bahasa yang dituturkan di wilayah Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan
  224. nglebuh[n] (Jw) bagian belakang rumah yang digunakan untuk pembuangan sampah
  225. nglerek[v] (Jw) {Tbs} memberi warna pada kain batik di tahap akhir pewarnaan
  226. ngliger dulonukp (Jw) segala sesuatu tidak harus dilihat dari keberuntungannya saja, makna harfiahnya 'jatuhnya sama saja'
  227. ngligur[v] (Jw) tidur di sembarang tempat
  228. nglurukluruk [v] (Jw) bergerak secara berkelompok untuk mendatangi kelompok yang lain
  229. ngobihe[n] (Gor) dua buah kelapa yang diikat
  230. ngobu[n] (Kol) proses mencari ikan dengan menyatukan beberapa buah kail, diikat dengan benang lalu diturunkan ke dalam laut:
  231. ngodah[n] (Kb) alat untuk memasukkan atau memisahkan benang tenun, berupa lidi dari bambu air atau kayu asam dengan panjang sekitar 50 cm
  232. ngodos[v] (Dy) memasak makanan di dalam bambu
  233. ngohiang[n] {Tbg} masakan khas Tionghoa peranakan di Bogor dan Jakarta, terbuat dari kentang goreng, tahu goreng, dan olahan daging dengan tepung, disiram kuah bumbu kacang halus
  234. ngohiong[n] (Cn) bumbu khas Tiongkok yang terbuat dari lima rempah giling, seperti pekak, kayu manis, cengkeh, lada sicuan, adas, atau rempah lainnya
  235. ngojur[v] (Mdr) membantu mengangkut hasil tangkapan nelayan kemudian mendapat upah berupa ikan, biasanya dilakukan anak-anak
  236. ngokongo·ko Jw a Ling tingkatan bahasa yg terendah dl bahasa Jawa yg dipakai untuk berbicara dng orang yg sudah akrab, dng orang yg lebih rendah kedudukannya, atau dng orang yg lebih mu…
  237. ngolam[v] (Ss) memanggil arwah leluhur dengan membaca mantra untuk meminta berkah bagi yang masih hidup:
  238. ngolitak[v] (Dy) makan nasi bubur:
  239. ngolo[v] (Beng) tiarap dengan kepala mendongak
  240. ngolohpit[a] (Dy) rasa getir pada daging buah durian:
  241. ngolot[v] (Dy) mengingini makanan orang (tentang anak-anak):
  242. ngomar[n] (Ky) daun nipah yang digunakan untuk melinting rokok atau tembakau
  243. ngomongomong [v] (cak) omong [n] (Jw) {Sen} gerakan badan ke samping kanan dan kiri pada tari Jawa klasik, dengan posisi diam atau tanpa mengangkat kaki
  244. ngomong-ngomongomong [p] omong-omong
  245. ngomonyik[v] (Dy) memasukkan benih ke dalam lubang tugal:
  246. ngonah[v] (Dy) memasak ikan atau daging:
  247. ngongak[v] (Bt) tidak bisa berbicara atau berkata-kata karena kehabisan ide
  248. ngonggoi[v] (Ri) tidur dalam keadaan duduk sehingga kepala mengangguk-angguk:
  249. ngongngobo[n] (Ky) gelang dari anyaman daun tikar, biasanya dilingkarkan pada lengan perempuan sebagai pelengkap pakaian adat
  250. ngongu[n] (Bm) sisa air liur yang mengering di pipi