Entri kamus

mati

Pemenggalan
ma·tiKBBI IV + Kaikki
Pelafalan
/ˈmati/Kaikki · IPA[ˈma.t̪i]Kaikki · IPA

Bentuk terindeks: mati

Frekuensi korpus: 34.684Akar kata: mati

Definisi

Arti

  1. Tipe 1
    ma·ti v 1 sudah hilang nyawanya; tidak hidup lagi: anak yg tertabrak mobil itu -- seketika itu juga; pohon jeruk itu sudah -- , akarnya pun sudah busuk; 2 tidak bernyawa; tidak pernah hidup: batu ialah benda --; 3 tidak berair (tt mata air, sumur, dsb); 4 tidak berasa lagi (tt kulit dsb); 5 padam (tt lampu, api, dsb); 6 tidak terus; buntu (tt jalan, pikiran, dsb): krn pikirannya sudah -- , ia tidak dapat berbuat apa-apa; 7 tidak dapat berubah lagi; tetap (tt harga, simpul, dsb); 8 sudah tidak dipergunakan lagi (tt bahasa dsb); 9 ki tidak ada gerak atau kegiatan, spt bubar (tt perkumpulan dsb): kalau tidak diurus, koperasi itu akan --; 10 diam atau berhenti (tt angin dsb): perahu layar itu terombang-ambing di tengah laut krn angin --; 11 tidak ramai (tt pasar, perdagangan, dsb): setelah ada pasar swalayan, pasar ini --; 12 tidak bergerak (tt mesin, arloji, dsb): saya terlambat krn jam saya ternyata --;
    -- anak berkalang bapak, -- bapak berkalang anak, pb anak dan bapak wajib tolong-menolong; -- dicatuk katak, pb orang yg berkuasa dikalahkan oleh orang yg lemah; -- gajah tidak dapat belalainya, -- harimau tidak dapat belangnya, pb tahu melakukan perbuatan jahat dan tahu pula menyembunyikan dan menghilangkannya; -- ikan krn umpan -- sahaya krn budi, pb manusia dapat dibujuk atau dikuasai dng budi atau mulut manis; -- tidak akan menyesal, luka tidak akan menyiuk, pb sudah berketetapan hati untuk melakukan sesuatu dan tidak akan menyesal atau mengumpat kemudian jika timbul peris-tiwa yg tidak baik krn perbuatan itu; kita semua -- , tetapi kubur masing-masing, pb lain orang lain pikirannya; spt orang -- jika tiada orang mengangkat bila akan bergerak, pb seseorang yg daif yg tidak mempunyai daya upaya, jika tiada orang menolongnya niscaya akan semakin susah;
    -- angin 1 tidak ada angin sama sekali; 2 ki tidak berdaya lagi; -- ayam cak mati konyol; -- bebang 1 mati krn tidak dapat keluar (tt bayi yg hendak lahir); 2 mati ketika melahirkan anak krn bayi tidak dapat keluar; -- beragan 1 tampaknya sudah mati, tetapi nyatanya belum; mati samar; mati suri; 2 mati mendadak; 3 Mk mati dng sengaja (bunuh diri); -- beranak mati ketika melahirkan anak; -- berangai mati beragan; mati suri; -- berkalang tanah mati tergeletak di tanah; -- bersebab mati yg tidak wajar; -- bongkong mati konyol (sia-sia); -- bujang 1 penyakit tanaman (terutama pd cengkih), mula-mula pucuknya layu, kemudian pohonnya kering dan mati sebelum menghasilkan bunga (buah); 2 mati muda sebelum menikah; -- garing mati krn kelaparan; -- haid batas akhir masa reproduksi seorang wanita ditandai dng berhentinya menstruasi; menopause; -- hukumullah mati kumlah; -- katak mati spt katak, tidak ada yg mempedulikan; -- kebebangan mati bebang; -- kejang mati kaku; -- kejat mati kejang; -- ke kam waktu antara pasang surut dan pasang naik; mati kekat; air perbani; -- kekat mati kekam; -- konyol mati tidak terhormat; mati sia-sia saja; mati lelas; -- kumlah mati krn Allah; mati dng sewajarnya; -- kutu ki tidak berdaya; tidak dapat berbuat apa-apa; -- langkah ki kagok dan tidak dapat melangkahkan kaki: ia sering -- langkah krn bola disangka ke kanan, padahal ternyata ke kiri; -- lelas mati sia-sia; mati konyol; -- lemas mati krn kekurangan oksigen (tenggelam dl air, tercekik, kena gas, dsb); -- lidah tidak dapat membedakan rasa enak dan rasa tidak enak; -- mawai mati menggeletak; -- pengap mati lemas; -- percuma mati konyol; -- pucuk 1 mati pd pucuknya (tumbuh-tumbuhan); 2 lemah syahwat; -- raga memperteguh hati dng menolak segala macam kesenangan diri; menahan hawa nafsu; -- rasa tidak mempunyai perasaan lagi; -- samar mati beragan; -- seladang saling setia sampai tua; sehidup semati (tt suami istri); -- semu kelihatan spt mati jasadnya, sedangkan matanya masih berkedip-kedip; -- sesat mati yg tidak sewajarnya (spt bunuh diri); -- sirik mati sesat; -- suri tampaknya mati, tetapi sebenarnya tidak; mati beragan; -- syahid mati di jalan Allah atau krn Allah (msl mati membela agama atau kebenaran hakiki); -- tegang mati kaku; -- terbebang mati bebang;
    ma·ti-ma·ti adv bermati-mati;
    - berdawat biar hitam (- mandi biar basah), pb tiap-tiap pekerjaan janganlah dilakukan kepalang tanggung, janganlah diusahakan separuh jalan melainkan dikerjakan sampai pd kesudahannya;
    ber·ma·ti-ma·ti adv bersungguh-sungguh; dng segenap tenaga (mengerjakan sesuatu): barang itu telah dicarinya -, tetapi tidak ditemukan juga;
    ber·ma·ti·an v berturut-turut mati; banyak yg mati;
    ber·ma·ti·kan v, - diri pura-pura mati;
    me·ma·ti·kan v 1 membunuh; 2 menyebabkan (menjadikan) mati (dl arti sebenarnya ataupun kiasan): perusahaan besar - usaha pribumi; ia - mesin mobilnya;
    ma·ti-ma·ti·an 1 v pura-pura mati; tidak benar-benar mati: ia tidak mati, hanya - saja; 2 adv dng bersungguh-sungguh; bekerja dng segenap tenaga: mereka telah bekerja - untuk menyelesaikan tugas itu;
    ke·ma·ti·an 1 n perihal mati: - itu disebabkan oleh penyakit disentri; 2 v menderita krn salah seorang meninggal: ia belum lama ini - anak sulungnya; 3 v ki menderita krn sesuatu yg mati: perahu - angin;
    - bayi kematian bayi yg berumur kurang dr satu tahun; - ibu kematian ibu yg disebabkan oleh proses reproduksi (krn kehamilan, persalinan, dan masa nifas atau komplikasinya) yg terjadi di antara penduduk selama satu tahun; - neonatal kematian bayi sebelum berumur 1 bulan atau 28 hari;
    ke·ma·ti-ma·ti·an adv 1 mati-matian; 2 rupanya spt sudah mati;
    se·ma·ti v ki mati spt ...; rimba - tugu
  2. Tipe 2
    ma.ti (1) sudah hilang nyawanya; tidak hidup lagi: anak yang tertabrak mobil itu mati seketika itu juga; pohon jeruk itu sudah mati , akarnya pun sudah busuk; (2) tidak bernyawa; tidak pernah hidup: batu ialah benda mati; (3) tidak berair (tentang mata air, sumur, dan sebagainya) ; (4) tidak berasa lagi (tentang kulit dan sebagainya) ; (5) padam (tentang lampu, api, dan sebagainya) ; (6) tidak terus; buntu (tentang jalan, pikiran, dan sebagainya) : karena pikirannya sudah mati , ia tidak dapat berbuat apa-apa; (7) tidak dapat berubah lagi; tetap (tentang harga, simpul, dan sebagainya) ; (8) sudah tidak dipergunakan lagi (tentang bahasa dan sebagainya) ; (9) Kiasan tidak ada gerak atau kegiatan, seperti bubar (tentang perkumpulan dan sebagainya) : kalau tidak diurus, koperasi itu akan mati; (10) diam atau berhenti (tentang angin dan sebagainya) : perahu layar itu terombang-ambing di tengah laut karena angin mati; (11) tidak ramai (tentang pasar, perdagangan, dan sebagainya) : setelah ada pasar swalayan, pasar ini mati; (12) tidak bergerak (tentang mesin, arloji, dan sebagainya) : saya terlambat karena jam saya ternyata mati

KBBI Edisi VI

Arti versi VI

Definisi berikut berasal dari ekstraksi aplikasi resmi KBBI VI yang dipublikasikanDefinisi/kbbi; dipakai sebagai pembanding, bukan pengganti KBBI IV.

  1. Makna
    bentuk tidak baku: mawat
  2. Makna
    [v] sudah hilang nyawanya; tidak hidup lagi:
  3. Makna
    [v] tidak bernyawa; tidak pernah hidup:
  4. Makna
    [v] tidak berair (tentang mata air, sumur, dan sebagainya)
  5. Makna
    [v] tidak berasa lagi (tentang kulit dan sebagainya)
  6. Makna
    [v] padam (tentang lampu, api, dan sebagainya)
  7. Makna
    [v] tidak terus; buntu (tentang jalan, pikiran, dan sebagainya):
  8. Makna
    [v] tidak dapat berubah lagi; tetap (tentang harga, simpul, dan sebagainya)
  9. Makna
    [v] sudah tidak digunakan lagi (tentang bahasa dan sebagainya)
  10. Makna
    [v] ki tidak ada gerak atau kegiatan, seperti bubar (tentang perkumpulan dan sebagainya):
  11. Makna
    [v] ki diam atau berhenti (tentang angin dan sebagainya):
  12. Makna
    [v] ki tidak ramai (tentang pasar, perdagangan, dan sebagainya):
  13. Makna
    [v] ki tidak bergerak (tentang mesin, arloji, dan sebagainya):
  14. Makna
    [v] ki tidak diikuti bunyi vokal (tentang huruf Arab yang berharakat sukun):

Asal-usul kata

Etimologi

Relasi ini berasal dari etymology-db dan diparsing dari Wiktionary; hasilnya belum divalidasi secara sistematis.

  • Diwariskan dari

    Malay: mati

  • Diwariskan dari

    Old Malay: māti

  • Diwariskan dari

    Proto-Malayic: *mati

  • Berkerabat dengan

    Malay: mati

  • Diwariskan dari

    Proto-Malayo-Polynesian: *(m-)atay

  • Berkerabat dengan

    Cebuano: matay

  • Berkerabat dengan

    Chamorro: matai

  • Berkerabat dengan

    Fijian: mate

  • Berkerabat dengan

    Hawaiian: make

  • Berkerabat dengan

    Ilocano: matay

  • Berkerabat dengan

    Javanese: mati

  • Berkerabat dengan

    Kapampangan: mate

  • Berkerabat secara etimologis dengan

    Kapampangan: mete

  • Berkerabat dengan

    Malagasy: maty

  • Berkerabat dengan

    Maori: mate

  • Berkerabat dengan

    Palauan: mad

  • Berkerabat dengan

    Rapa Nui: mate

  • Berkerabat dengan

    Tagalog: matay

  • Berkerabat dengan

    Tahitian: mate

  • Diwariskan dari

    Proto-Austronesian: *(m-)aCay

  • Berkerabat secara etimologis dengan

    Arabic: مَاتَ

Kaikki · Wiktionary

Data leksikal

Data tambahan ini diekstrak oleh Wiktextract dan disediakan melalui Kaikki; bukan definisi resmi KBBI. Teks sumber mengikuti ketentuan lisensi Wiktionary.

Verba

Etimologi: Inherited from Malay mati, from Proto-Malayic *mati, from Proto-Malayo-Polynesian *(m-)atay from Proto-Austronesian *(m-)aCay. By surface analysis, meng- + *atai. The claim that this word is borrowed from Arabic مات (māt, “to die”) or a doublet of maut is false based on the cognates found in Oceanic and Philipinic languages. Cognates Cognate with Cebuano matay, Chamorro matai, Fijian mate, Hawaiian make, Ilocano matay, Javanese mati, Kapampangan mate, mete, Malagasy maty, Māori mate, Palauan mad, Rapa Nui mate, Tagalog matay, Tahitian mate.

Bentuk: mati (active), mati (imperative), intransitive (table-tags), inflection-table-top (inflection-template), mati (root), mati (active, error-unrecognized-form, nominative), - (error-unrecognized-form, nominative, passive), mati (error-unrecognized-form, nominative), matilah (error-unrecognized-form, nominative), - (active, error-unrecognized-form), - (error-unrecognized-form, passive), - (error-unrecognized-form), mematikan (active, error-unrecognized-form), termatikan (error-unrecognized-form, passive), dimatikan (error-unrecognized-form, passive), matikan (error-unrecognized-form)

Sinonim: mampus, modar

Adjektiva

Etimologi: Inherited from Malay mati, from Proto-Malayic *mati, from Proto-Malayo-Polynesian *(m-)atay from Proto-Austronesian *(m-)aCay. By surface analysis, meng- + *atai. The claim that this word is borrowed from Arabic مات (māt, “to die”) or a doublet of maut is false based on the cognates found in Oceanic and Philipinic languages. Cognates Cognate with Cebuano matay, Chamorro matai, Fijian mate, Hawaiian make, Ilocano matay, Javanese mati, Kapampangan mate, mete, Malagasy maty, Māori mate, Palauan mad, Rapa Nui mate, Tagalog matay, Tahitian mate.

Bentuk: m4ti (alternative), mokat (alternative, Prokem)

Sinonim: berpulang, meninggal, gugur, wafat, tewas, sepi, padam, buntu

Turunan: mati akal, mati andar, mati angin, mati ayam, mati batang otak, mati bayona, mati bebang, mati beragan, mati beranak, mati berangai, mati berdiri, mati berkalang tanah, mati bersebab, mati biologis, mati bongkong, mati bujang, mati dalung, mati daya, mati dini, mati garing, mati gaya, mati haid, mati hati, mati hukumullah

Konteks pemakaian

Contoh penggunaan

  1. anak yang tertabrak mobil itu -- seketika itu juga

  2. pohon jeruk itu sudah --, akarnya pun sudah busuk

  3. batu ialah benda --

  4. karena pikirannya sudah --, ia tidak dapat berbuat apa-apa

  5. kalau tidak diurus, koperasi itu akan --

  6. perahu layar itu terombang-ambing di tengah laut karena angin --

  7. setelah ada pasar swalayan, pasar ini --

  8. saya terlambat datang karena jam saya ternyata --

  9. nun --

  10. mim --

Kata seakar

Keluarga kata

Bentukan

Turunan

Rakitan kata

Gabungan kata

Ungkapan

Peribahasa dan kiasan

  • Peribahasa

    biar mati anak, jangan mati adat

  • Peribahasa

    kita semua mati, tetapi kubur masing-masing

  • Peribahasa

    lebih baik mati berdiri daripada hidup berlutut

  • Peribahasa

    mati anak berkalang bapak, mati bapak berkalang anak

  • Peribahasa

    mati dicatuk katak

  • Peribahasa

    mati gajah tidak dapat belalainya, mati harimau tidak dapat belangnya

  • Peribahasa

    mati ikan krn umpan, mati sahaya krn budi

  • Peribahasa

    mati satu tumbuh seribu

  • Peribahasa

    mati tidak akan menyesal, luka tidak akan menyiuk

  • Peribahasa

    spt orang mati, jika tiada orang mengangkat, bila akan bergerak

Bahasa sehari-hari

Bentuk slang

Dalam percakapan santai, kata ini sering ditulis:

  • mtiabreviasi
  • matiielongasi
  • mateeeekmodifikasi vokal, anaptiksis, elongasi
  • mattihhhelongasi, anaptiksis
  • mateeeeeeeeeeeemodifikasi vokal, elongasi

Bunyi yang serupa

Kata berima

Rima akhir -atilihat semuanya:

Rima awal ma-lihat semuanya: